Berita UtamaCikarang

’Diguyur’ Rp10 miliar untuk Atasi Kemacetan

’Diguyur’ Rp10 miliar untuk Atasi Kemacetan
BELUM TERATASI: Sejumlah pengendara melintas di tengah kemacetan yang terjadi di simpang Jalan RE Martadinata Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (19/7). ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi akan mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 mendatang. Bantuan tersebut dipergunakan untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Kabupaten Bekasi.

Seperti untuk pengadaan rambu rambu lalu lintas, dan Area Traffic Control System (ATCS) atau sistem pengendalian area lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna menuturkan, sebelum sistem tersebut diaplikasikan, pihaknya menggunakan timer di setiap persimpangan lampu lalu lintas. Penggunaan timer hanya untuk mengetahui durasi nyala lampu lalu lintas.

”Apabila kondisi jalan semakin padat, kami harus mengurai kemacetan secara manual, yakni turun ke jalan. Timer tidak bisa kami manfaatkan untuk mengurai kemacetan. Penggunaan ATCS selangkah lebih membantu petugas di lapangan dalam mengurai kemacetan di beberapa titik,” jelasnya.

Rencananya, ATCS akan dipasang di lima titik di Kabupaten Bekasi. Diantaranya, di persimpangan Pasar Cikarang, wilayah Kalimang dua titik, dan Jalan Pantura dua titik.

”Nanti kami terlebih dahulu membuat Detail Engenering Detail (DED) terkait kemacetan. Sehingga nantinya akan dilakukan pengkajian untuk bantuan yang akan diberikan Pemprov Jabar melalui program yang dicanangkan Gubernur Jabar Pak Ridwan Kamil,” ujarnya.

Untuk saat ini, Yana menyatakan, kemacetan yang terjadi di Kabupaten Bekasi merupakan dampak dari pembangunan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan Cibitung-Cimanggis. Sehingga, pihaknya kesulitan untuk mengurai kemacetan tersebut.

”Kemacetan saat ini memang saya akui sulit untuk diurai. Sebab selain kondisi jalan yang menyempit akibat pembangunan, volume kendaraan juga tinggi dan kendaraan besar begitu banyak pula yang beroperasional,” jelasnya.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker