Berita UtamaCikarang

Disnaker Usulkan Perubahan Kurikulum SMK

Disnaker Usulkan Perubahan Kurikulum SMK
TIDAK MAKSIMAL: Pencari kerja mengunjungi stand perusahaan saat Job Fair Pemerintah Kabupaten Bekasi di Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Jumat (19/7). ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi mengusulkan agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bisa melakukan perubahaan kurikulum untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Supaya, siswa dan siswi di Kabupaten Bekasi bisa bersaing dalam dunia kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Edy Rochyadi mengatakan, persaingan di dunia kerja sangat ketat. Sehingga, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kemampuan mumpuni.

Untuk mendapatkan kemampuan itu, menurut Edy, didapatkan saat sekolah ketika sekolah. Maka perlu ada perubahan kurikulum agar siswa SMK diajarkan keterampilan, dan budaya bekerja.Selain itu, harus disediakan alat praktek yang sesuai dengan yang digunakan di perusahaan.

”Kita mengharapkan, semua lulusan SMK yang ada di Kabupaten Bekasi mempunyai skill (kemampuan) agar bisa mempunyai link and match di perusahaan. Makanya saya meminta, harus ada perubahaan dari Dinas Pendidikan, walaupun sebenarnya ini ada di kewenangan Provinsi, bukan Pemerintah Daerah,” katanya kepada Radar Bekasi belum lama ini.

Dia menjelaskan, Pemkab Bekasi sudah berupaya menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi. Salah satunya dengan membuat Peraturan Bupati nomor 9 tahun 2019 tentang Perluasan Kesempatan Kerja yang didalamnya mengutamakan warga lokal diterima di perusahaan.

”Saya yakin masyarakat Kabupaten Bekasi mampu bersaing, yang penting ada kesempatan dulu untuk tes di perusahaan. Makanya kita berusaha memberikan kesempatan masyarakat ikut tes. Mudah-mudah dari tes itu bisa diterima,” ucapnya.

”Perusahaan itu tidak setiap tahun buka lowongan, selama tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau perusahaan baru maka lowongan pekerjaan itu tidak akan mungkin. Kecuali pensiun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Dewi Sartika tidak merespon saat dihubungi Radar Bekasi.

Untuk diketahui, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sakernas Tahun 2018, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Bekasi sebanyak 2.652.913 jiwa. Dari jumlah tersebut, jumlah angkatan kerja sebanyak 1.630.423 atau sebesar 61,46 persen. Sedangkan sebanyak 1.472.432 jiwa atau sebesar 90.31 persen telah bekerja.

Namun masih ada sebanyak 156.991 jiwa atau sebesar 9,69 persen penduduk Kabupaten Bekasi yang berusia produktif belum bekerja.(pra)

Close