Berita UtamaInfrastruktur

Islamic Centre Ikhlas

Dilintasi Pembangunan Tol Bacakayu

Islamic Centre Ikhlas
DILINTASI TOL BECAKAYU: Gedung Islamic Centre terlihat dari atas di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan. Pembangunan Tol Becakayu akan melintasi Islamic Centre Bekasi.

RadarBekasi.id – Setelah melalui negosiasi yang sangat alot, Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie, tidak bisa menolak rencana pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang melintasi lingkungannya. Padahal sebelumnya, pihak yayasan menolak lingkungannya dilalui trase tol Becakayu.

Alasannya, proyek tol layang tersebut merupakan program strategis nasional. Sebelumnya hampir satu hektar tanah di lingkungan Islamic Centre akan terpakai untuk trase tol. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya hanya sekitar 4.000 meter yang akan kena salah satu proyek strategis nasional yang melintas di Kota Bekasi tersebut.

”Kalau yang ini sekarang itu sekitar 4.000 meteran lah, masih jauh dari awal. kalau awal itu kan hampir satu hektar,” katanya Ketua Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie, Paray Said kepada Radar Bekasi, Jumat (19/7).

Paray berharap, pembanguan tol Becakayu tersebut tidak mempengaruhi peroses pembangunan   masjid Nurul Islam. Hanya saja, beberapa bangunan lainnya yang terdampak adalah sekolah Preschool dan Rumah Imam.

Menurutnya, keberadaan kedua bangunan itu tidak bisa dihindarkan dari dampak trase tol. Pasalnya, bangunan berada persis dibawah sempadan tol sehingga bangunan apapun tidak bisa berdiri disitu.

Untuk bangunannya, sekolah Preschool hanya terkena bagian dapurnya saja. Sementaara untuk bangunan Rumah Imam hampir seluruhnya terkena sehingga rencananya akan dipindahkan ke sisa lahan sekolah Preschool.

”Sudah (disepakati), betul, untuk kepentingan nasional kita nggak bisa, yang penting kita seminimal mungkin. Tapi kalau bangunan yang lain nggak kena insyaAllah,” imbuhnya.

Sementara itu Walikota Bekasi, Rahmat Effendi saat ditemui kemarin menyampaikan bahwa lahan yang ditempati oleh Islamic Centre tersebut merupakan asset pemerintah daerah. Untuk itu PT KKDM selaku pekerja kontruksi tol meminta kepada pemerintah daerah.

”Itu kan tanah Pemda, nanti KKDM kan mintanya ke Pemda bukan ke Islamic. Kalau Islamic itu kan karena kita ada yayasan, apalagi dulu yayasan itu yang minta pejuang kita KH Noer Alie, makanya sekarang kita berikan pengelolaannya,” kata pria yang akrab disapa Pepen.

Menurutnya, tidak terlalu menjadi persoalan jika hanya beberapa bangunan saja yang terdampak trase tol, pasalnya ini merupakan proyek strategis nasional.  Yang terpenting, kata pria yang akrab disapa bang Pepen WTP Produksi milik PDAM Tirta Patriot tidak terkena imbas sehingga mempengaruhi pelayanan air di Kota Bekasi.

Sekedar diketahui, PT KKDM bakal melanjutkan proyek ini dalam waktu dekat. Seksi 2A sendiri telah memasuki tahap akhir dan sedikit berbelok ke arah Bekasi Islamic Centre. Sementara itu, Seksi 2B masih akan dibangun menuju Bekasi Timur. Dalam waktu dekat, pembangunan pier Tol Becakayu tersebut bakal menyebabkan kendaraan dari arah Bekasi tak bisa melintas dari Jalan Mayor Hasibuan ke Jalan KH Noer Ali (Kalimalang). Kendaraan dari arah Jalan Mayor Hasibuan nantinya diarahkan ke jembatan yang akan dibangun melintangi Kalimalang, menyeberang ke Jalan Pengairan samping Giant Mega Bekasi Hypermall.(sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker