Cikarang

Lima Pak Ogah Terjaring Operasi Premanisme

Lima Pak Ogah Terjaring Operasi Premanisme
DIGIRING PETUGAS: Sejumlah tukang parkir atau Pak Ogah digiring petugas setelah terjaring dalam operasi premanisme jalanan di Jalan Raya Marunda Makmur, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Jumat (19/7). IST/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Sebanyak lima orang Pak Ogah terjaring dalam operasi premanisme jalanan di Jalan Raya Marunda Makmur, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Jumat (19/7). Lima orang tersebut diantaranya, Endang (35), MF (16), Muhamad Khadafi (19), RB (12), dan Ikhwal Fathur (21).

Kapolsek Tarumajaya, AKP Agus Rohmat mengatakan, operasi premanisme ini tindak lanjut dari laporan pengguna jalan. Terutama sopir truk yang resah dengan aksi mereka yang berlangsung setiap hari.

Pasalnya, mereka terkadang memaksa para sopir truk perusahaan yang melintas untuk memberikan uang. “Kita sudah sering lakukan operasi premanisme ini, tapi mereka (Pak Ogah) tidak pernah jera. Artinya kembali melakukannya lagi,” ujarnya.

Dirinya menyayangkan, dua dari lima orang yang ditangkap merupakan anak di bawah umur. “Anak-anak seumuran 12 sampai 16 tahun seharusnya fokus belajar. Bukannya melakukan tindakan premanisme seperti ini. Saya sangat sayangkan ini,” tuturnya.

Kelima orang itu dibawa ke Polsek Tarumajaya untuk diberikan pembinaan dan himbauan. Termasuk memberikan saran, agar mereka tidak kembali melakukan tindakan seperti ini lagi.

“Untuk sekarang, kita akan buat pos pantau, yang akan diisi oleh tiga pilar, yakni TNI, Polri dan Satpol PP di lokasi yang sering mangkal pak ogah,” tururnya.

Dirinya meminta kepada Pemkab Bekasi agar membuat Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum untuk menindak premanisme jalanan tersebut.

“Menurut saya perlu ada payung hukum dari Pemerintah Daerah. Karena apabila dilihat, tindakan ini belum masuk pidana premanisme, sehingga tidak bisa ditindak secara hukum,” jelasnya. (pra)

Close