LingkunganMetropolis

Curug Parigi Kembali Tercemar

Curug Parigi Kembali Tercemar
SAMPEL AIR: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Pandji Ksatriadji (kiri) bersama dengan Kepala Seksi Pencemaran DLH Kabupaten Bogor mengambil sample air yang nampak hitam di kawasan Curug Parigi perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, Minggu (21/7). IST/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Curug Parigi, lokasi yang bakal dijadikan destinasi wisata Kota Bekasi, kembali tercemar. Air hitam pekat, bau dan berbuih mencemari curug yang berada di Kelurahan Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi.

Curug Parigi diduga tercemar akibat aktivitas pinggir sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor. Pasalnya, lokasi tersebut dilintasi air dari hulu wilayah Bogor yang bakal melintas hingga Kali Bekasi.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cikeas dan Cileungsi (KP2C), Puarman menjelaskan, fenomena tersebut kerap terjadi pada saat musim kemarau.

Pencemaran akan semakin terasa ketika debit air di sungai lebih kecil. Namun bukan berarti pada musim hujan tidak terjadi pencemaran. Ketika hujan debit air besar sehingga dampak pencemaran tidak terlihat.

”Di sepanjang sungai Cikeas itu warnanya hitam pekat seperti serpihan batu bara. Dan bau, baunya itu akan lebih menyengat ketika malam hari dan menjelang pagi,” kata Puarman, Minggu (21/7).

Buih air berwarna putih kerap menghebohkan masyarakat Kota Bekasi ketika melintas di pusat kota tepatnya di Bendung Bekasi.

”Nanti kalau di hulu kali Cileungsi sudah mulai hujan busa itu akan terdorong ke Bekasi sehingga masyarakat Bekasi akan heboh seperti salju padahal itu adalah busa di Curug Parigi yang terdorong air,” tambahnya.

Dijelaskannya Kali Bekasi yang mempertemukan dua aliran sungai dari Cileungsi dan Cikeas, menyamarkan pencemaran yang terjadi. Pasalnya aliran Cikeas lebih jernih sehingga tak terlalu nampak ketika sampai ke Kali Bekasi.

Namun, situasi akan berubah ketika debit air sungai Cikeas menurun. Pencemaran akan terasa di Kali Bekasi.

Menyikapi maraknya pencemaran tersebut, Puarman mengatakan pihaknya sudah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melakukan tindakan tegas kepada pengusaha yang diketahui membuang limbah ke aliran sungai.

”Saya sudah statemen kepada kepala daerah untuk memberikan sanksi lebih tegas, kalau hanya melalui Perda itu kan ringan, tapi saya minta pakai UU Lingkungan Hidup nomor 32 tahun 2009 itu sanksinya pidana dan denda,” tandasnya. (sur)

Close