Berita Utama

Produksi Air Bersih Berkurang

Air Kali Surut dan Tercemar Limbah

RadarBekasi.id – Musim kemarau saat ini mempengaruhi produksi air bersih. Prusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi terpaksa harus mengurangi produksi air bersih, karena bahan baku air kali yang mulai berkurang.

Direktur PDAM Tirta Baghasasi, Usep Rahmat, kepada Radar Bekasi mengaku, meskipun mengalami pengurangan air bersih namun tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kemarau saat yang terjadi membuat produksi air bersih kurang maksimal.

”Kemarau saat ini lebih cepat dari prediksi BMKG. Kondisi normal debit air yang dipasok untuk wilayah pelanggan hanya beberapa wilayah saja yang dikurangi, tidak secara keseluruhan,” kata Usep kepada Radar Bekasi, kemarin.

Dia mengaku, pengurangan produksi air bersih diberlakukan kepada layanan pelanggan di Kecamatan Cibarusah dan Cikarang selatan. Jika biasanya dala sehari mampu memproduksi 75 meter kubik, namun saat ini hanya 35 meter kubik saja.

”Memang berkurang untuk mengelolanya, sebab memang pasokan airnya yang tidak ada lantaran dimusim kering. Tapi kami tetap berjuang untuk memberikan pelayanan air bersih,” tuturnya.

Namun, Usep menjelaskan, masalah air baku yang terganggu di kali Bekasi bukan lantaran musim kemarau yang membuat sumber air baku berkurang, namun juga pencemaran kali. Misalnya seperti di wilayah Sukatani yang dilintasi Kali Bekasi, dan merupakan sumber air baku PDAM. ”Kalau di Sukatani itu, karena air kali Bekasi nya yang sudah tercemar limbah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, lantaran adanya aliran limbah di Kali Bekasi, membuat kualitas air tidak baik. Sehingga dampaknya, yang masuk untuk dikelola 50 kubik, ”Karena sudah tercemar jadi hanya 25 kubik dapat dimanfaatkan,” imbuhnya.

Untuk permasalahan tersebut, Usep menjamin meskipun kurang maksimal. Ia menjamin warga tidak akan mengalami kekeringan, sebab sudah ada sumber air yang jelas dari PDAM. ”Kondisi memang kering, tapi kami pasti memaksimalkan melayani 18ribu Sambungan Rumah (SR) (pelanggan) di Sukatani, dan 54 ribu SR di Cikarang Selatan dan Cibarusah. Kami tetap mengedepankan pelayanan pelanggan,” katanya.

Sementara itu, produksi air di PDAM Tirta Petriot (TP) masih berjalan normal. Musim kemarau yang berlangsung sampai saat ini diklaim belum memberikan dampak yang signifikan, suplai air dari dua kali yang selama ini dimanfaatkan oleh PDAM TP yakni Kalimalang dan Kali Bekasi masih aman.

Namun ancaman yang dapat mengganggu produksi air bersih PDAM TP tidak hanya kekeringan atau turunnya debit air di Kali Bekasi atau Kalimalang saja, melainkan limbah yang kerap kali mewarnai Kali Bekasi pada saat musim kemarau.

Kali dihilirnya merupakan terusan dari sungai Cileungsi tersebut setiap musim kemarau kerap menghebohkan warga Kota Bekasi saat busa mulai nampak di kali yang menjadi penyuplai utama PDAM TP tersebut.

”Sudah terjadi pencemaran, tadi pagi (kemarin.red) kali berbusa, selagi tidak berdampak terhadap produksi dan masih bisa dilakukan pengolahan, masih bisa kita tidak terganggu,” ungkap humas PDAM TP, Uci Indrawijaya saat dihubungi oleh Radar Bekasi, Minggu (21/7).

Pencemaran yang terjadi pada hari Minggu pagi kemarin, kata Uci masih dibawah ambang batas pencemaran. Menurutnya, pencemaran yang nampak hanya busa saja. namun ketika pencemaran yang terjadi sudah diatas ambang batas produksi air bersih maka produksi pada PDAM TP ini terancam stop produksi.

Sejauh pencemaran di Kali Bekasi masih sekedar berubah warna atau berbusa masih bisa untuk digunakan untuk memproduksi air bersih. Sementara jika air sudah mulai berbau maka harus dicermati kadar pencemaran yang terjadi.

”Tadi pagi terjadi tapi bisa terurai, artinya bisa dilakukan produksi dengan penambahan kimia yang untuk mengurai limbahnya dan tidak terganggu,” tambahnya.

Jika kadar limbah di Kali Bekasi sudah terlampau tinggi, maka suplai dari Kalimalang yang akan diperbesar. Memperbesar suplai dari Kalimalang bukan tanpa hambatan. pasalnya, ketersediaan suplai air baku untuk DKI Jakarta harus menjadi perhatian.

Kapasitas produksi PDAM TP yakni sebesar 550 liter per detik, sementara saat ini yang diproduksi untuk memenuhi sebanyak 31 ribu pelanggan sambungan rumah. sebesar 460 liter per detik.

Uci meyakinkan kemarau tidak akan mengganggu kapasitas produksi air bersih untuk masyarakat Kota Bekasi. ”Kalau misalnya terjadi kemarau panjang dua tiga tahun, itu Jatiluhur (hulu Kalimalang) nggak akan kering. karena melihat kekeringan beberapa tahun lalu kita rencana ada penurunan debit dari Jatiluhur tapi nggak kering. kita ngandelin dari Jatiluhur,” imbuhnya. (and/sur)

Close