Cikarang

Bapeda Butuh Data Pertanian

RadarBekasi.id – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Beksi membutuhkan data luas lahan pertanian yang ada di wilayah setempat. Supaya, kompensasi bagi warga yang lahannya dijadikan lahan pertanian abadi tidak salah sasaran.

Kepala Seksi Tata Ruang pada Bappeda Kabupaten Bekasi, Evi Mutia mengatakan, peraturan daerah tentang LP2B memang diperlukan untuk memproteksi luas lahan di wilayah Kabupaten Bekasi. Namun, juga diperlukan data yang akurat mengenai kepemilikan lahan.

”LP2B ini sangat penting, namun data base itu juga tidak kalah penting. Sebab yang punya lahan ini yang dijadikan lahan abadi akan diberikan kompensasi, karena kalau tidak diberikan nantinya warga juga akan menjual. Sebab lahannya kan tidak akan dapat dimanfaatkan kecuali untuk pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum mengatakan, pihaknya belum memilki data faktual terkait lahan pertanian di Kabupaten Bekasi. Hal itu diakuinya menjadi kendala dibekukannya pembahasan Raperda tentang LP2B.

”Kami memang belum ada data by name by address untuk lahan pertanian, nah DPRD minta itu. Oleh sebab itu akan dilengkapi untuk mempertahankan lahan pertanian di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Sekadar diketahui, penetapan lahan pertanian abadi menjadi wacana yang tak pernah terealisasi. Sebelumnya, raperda tersebut sempat diwacanakan pada masa kepemimpinan Bupati Sa’dudin pada 2007.

Kemudian wacana tersebut muncul lagi pada masa kepemimpinan Bupati Neneng Hasanah Yasin yang akhirnya dibahas di legislatif.

Namun, pada kepemimpinan Bupati Eka Supria Atmaja, regulasi yang terbilang penting itu justru dibekukan.(and)

Close