BekasiBerita Utama

Diberi Peringatan, PT NWA Cuek

Diberi Peringatan, PT NWA Cuek
GAGAL BEROPERASI: Pekerja beraktivitas di PLTSa Sumur Batu Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi akan memberikan surat peringatan ke dua kepada PT Nusa Abadi Wijaya. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Inspeksi Mendadak (Sidak) wali kota Bekasi ke PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Kini, Pemkot Bekasi berencana untuk melayangkan teguran kedua untuk perusahaan yang bekerja sama dalam mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu ini.

Bagian Kerja Sama Setda Pemkot Bekasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan Tim Wali Kota Untuk Percepatan Penyelenggara Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4) telah membahas mengenai teguran kedua ini kemarin, Senin (22/7).

Kepala Bagian Kerja Sama Setda Pemkot Bekasi, Nevindo mejelaskan, teguran ini diberikan atas hasil evaluasi lapangan bersama seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Bekasi dan uji coba terdahulu yang didampingi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Dia tidak menjelaskan lebih detail hasil evaluasi tersebut. Dirinya juga belum dapat memastikan kapan pihaknya akan melayangkan surat peringatan (SP) kedua ini. ”Menunggu arahan lebih lanjut,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penataan Kota pada TWUP4 Kota Bekasi, Putut Wibowo mengatakan, surat teguran kedua ini sedang dipersiapkan. Beberapa hal di antaranya yakni mengenai tidak dilaksnakannya sejumlah hal dalam teguran pertama dan juga hasil evaluasi terakhir.

”Di SP1 ada soal perizinan, dokumen lingkungan. Di surat kedua kita lampirkan kembali yang belum dijalankan,” katanya kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perkembangan Kehidupan Perkotaan pada TWUP4, Benny Tunggul menambahkan, surat ini juga dilayangkan karena terdapat beberapa hal di dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang belum terlaksana.

Di antaranya mengenai waktu operasional yang molor dan sewa lahan yang tak terlaksana karena belum produksi. ”Kami merekomendasikan kalau memang mau diberikan SP2 ya diteruskan SP2 nya. Kemudian, dievaluasi kembali isi dalam perjanjian dengan fakta yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, PT Nusantara Wijaya Abadi (NWA) mengaku tidak peduli jika pemerintah Kota Bekasi akan memberikan surat peringatan untuk yang ke dua kali.

”Ah itu saya nggak peduli, nggak masalah mau SP 2 mau SP 10. karena ini percontohan untuk seluruh Indonesia, jadi ini nanti akan dipakai di Indonesia,” ungkap Chief Executive Officer PT NWA, Teddy Sujarwanto.

Teddy mengklaim jika reaktor yang sudah di garap sejak tahun 2016 lalu oleh PT NWA terpaksa tidak dipakai oleh Kota Bekasi maka ia berkeyakinan akan dipakai didaerah lain di Indonesia.

Terkait dengan surat teguran pertama yang diterima sebelumnya, dikatakan oleh Teddy itu merupakan miss komunikasi antara pihaknya dengan Pemerintah Kota Bekasi.

Sementara terkait dengan izin yang sampai saat ini belum terpenuhi ia menjabarkan bahwa dalam PKS antara kedua belah pihak terkait dengan izin tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah kota.

”Mikirnya kita belum bangun padahal kita sudah bangun. ya itulah orang-orang pak wali itu kadang tidak memberikan informasi dengan benar, makanya kemarin kan pak wali liat langsung,” imbuhnya. (neo/sur)

Close