Cikarang

Kasus Narkoba Butuh Perhatian

Dominasi Kasus Pidana Umum

RadarBekasi.id – Angka pengguna narkoba di Kabupaten Bekasi yang ditangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi tergolong tinggi. Berdasarkan pendataan, dari 400 kasus pidana umum yang disidangkan, terdapat 50 persen lebih di antaranya merupakan kasus penyalagunaan tindak pidana narkoba.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Risman Tarihoran menuturkan, kasus narkoba perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menekan para penggunanya.

”Sepanjang Januari sampai Juni 2019, mayoritas  tindak pidana yang ditangani berasal dari kasus penyalahgunaan narkotika. Sekitar 230 yang kami tangani perkaranya,” kata Risman, usai kegiatan peringatan Hari Adhiyaksa, Senin (22/7).

Risman menjelaskan seseorang yang tumbuh dalam keluarga yang tidak sehat sangat rentan terjerumus narkoba. ”Oleh karenanya saya meminta orang tua yang memiliki anak yang sedang tumbuh dan berkembang, yang masih dalam tahap pendidikan SMP, SMA maupun kuliah lakukan pendekatan dan intens berkomunikasi dua arah dengan anak karena hal ini bisa menyelamatkan mereka dari tindak pidana penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Dia mengharapkan Badan Narkotika Kabupaten Bekasi untuk lebih mengoptimalkan perannya. Terutama dalam memberikan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan narkotika khususnya terhadap generasi muda.  ”Sosialiasi, penerangan hukum harus gencar dan tepat sasaran,” tuturnya.

Risman menegaskan perlu kesepakatan bersama untuk menjaga dan membebaskan lingkungan bebas dari pengaruh kejahatan narkotika. Karena tanpa kesepakatan bersama narkotika akan selalu menang dan menjajah bangsa.

”Untuk itu, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi berkomitmen akan terus berupaya semaksimal dan seprofesional mungkin dalam memproses kasus-kasus tindak pidana narkotika,” jelasnya.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Cikarang, 807 perkara tersebut terbagi atas 254 perdata, 509 perkara pidana umum dan 27 perkara pidana dengan terdakwa di bawah umur.

Dari jumlah perkara pidana itu, 237 di antaranya merupakan perkara narkotika dengan satu perkara di antaranya menempatkan anak di bawah umur sebagai terdakwa. Dalam perkara yang terdakwanya disamarkan itu, karena tergolong di bawah umur, PN Cikarang menjatuhkan vonis dua tahun penjara.

Lebih dari itu, perkara narkotika pun menjadi perkara dengan jumlah hukuman terberat. Hal ini menimpa TF, terpidana kasus narkoba yang mendapat vonis penjara selama 20 tahun.

Dalam perkaranya, TF didakwa mengendalikan peredaran narkoba ekstasi. Bahkan, TF yang diketahui bandar besar memesan ekstasi dari Belgia untuk disebarkan di sejumlah daerah di Indonesia.

Namun, pengiriman itu dihentikan setelah aparat mengamankan ekstasi tersebut lalu melakukan penyidikan hingga menangkap TF. Tidak tanggung-tanggung, barang bukti yang diamankan yakni esktasi sebanyak 2.993 butir.

”Saya menekankan pada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengambil langkah agar kasus narkoba mendapatkan perhatian. Saya melihat mereka menggunakan narkoba karena memang tidak memiliki pekerjaan,” kata Wakil Ketua PN Cikarang, Guntoro. (and)

Close