Pendidikan

Latih Siswa SLB Lebih Percaya Diri

SLB
UNJUK KEBOLEHAN: Siswa SLB Raisya Puri unjuk kebolehan pentas seni drama musikal berjudul ’Kisah Dua Pemburu dan Penjaga Hutan’ di panggung lantai dasar Blu Plaza, Sabtu (20/7) akhir pekan lalu.Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Sekolah Luar Biasa (SLB) Raisya Puri menghelat pentas seni drama musikal. Selain untuk pengembangan bakat dan minat serta kreatifitas, kegiatan ini juga sebagai ajang melatih siswa agar lebih percaya diri dengan keterbasasan yang mereka miliki.

Sebanyak 65 siswa jenjang TK dan SD dari sekolah tersebut, unjuk kebolehan dalam drama musikal berjudul ’Kisah Dua Pemburu dan Penjaga Hutan’ di panggung lantai dasar Blu Plaza, Sabtu (20/7) akhir pekan lalu. Para penonton yang terdiri dari guru, orang tua, serta pengunjung mall terpukau dengan aksi mereka.

Kepala Sekolah SLB Raisya Puri, Ade Sukarah, mengatakan keterbatasan fisik bukanlah suatu halangan siswanya untuk menunjukan bakat yang dimiliki. Lewat drama musikal, siswa diharapkan bisa lebih percaya diri dihadapan banyak orang.

”Ini adalah upaya kami agar siswa mampu berinteraksi oleh teman dan banyak orang di sekelilingnya,” ujar Ade, disela kegiatan berlangsung.

Pentas seni drama musikal dikemas dalam bentuk literasi untuk membiasakan anak agar gemar membaca. Dengan membaca, siswa akan mampu memahami isinya.

Pertunjukan ini juga dibaurkan dalam Program Khusus Untuk Tuna Rungu (PKPBI) dengan menggunakan alat tambur sebagai tanda-tanda pergerakan masuk.

Diakuinya, naskah berjudul ’Kisah Dua Pemburu dan Penjaga Hutan’ ditulis oleh dirinya. Sebelum tampil, para siswa mengikuti latihan dari para guru.

”Naskahnya saya yang buat dan untuk pelatihannya sendiri saya pecah guru-guru untuk melatih anak-anak dengan tariannya masing-masing atau dengan perannya masing-masing,” tuturnya.

SLB Raisya Puri merupakan lembaga pendidikan yang hanya menerima siswa berkebutuhan khusus seperti tuna rungu. Ajang ini juga untuk melatih syarat pendengaran,

”Sekolah kami hanya menerima siswa tuna rungu saja, maka dari itu pentas drama musikal ini adalah upaya kami untuk melatih syaraf pendengeran mereka dengan alat peraga seperti Tambur,” katanya.

Ade mengatakan, cukup sulit melatih para siswa untuk bisa tampil drama musikal. Namun berkat kerja keras para guru, semuanya dapat terwujud.

”Sebenarnya melatih siswa SLB memiliki tingkat kesulitan yang sangat extra ya, tapi kita semua guru mampu dan yakin mereka itu bisa dan terbukti saat ini mereka mampu untuk menunjukan bakat mereka,” tukasnya. (cr46)

Close