Berita UtamaInfrastruktur

PT NWA Abaikan Persyaratan

Pemkot Kejar Target Presiden

RadarBekasi.id – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi memutar badannya ke arah pintu gerbang. Dia langsung bergegas keluar dari lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu setelah bertemu dengan Teddy Sujarwanto, Komisaris Utama PT Nusa Wijaya Abadi (NWA), Jumat (19/8). PT NWA merupakan perusahaan rekanan Pemkot Bekasi yang menyediakan teknologi untuk mengelola sampah menjadi listrik.

Tedi memaksa walikota yang akrab disapa Pepen ini untuk mendengarkan penjelasannya. Namun, Pepen memilih keluar dari dalam kawasan tersebut sambil meminta Tedi untuk bertemu dengan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantinah.

Sementara, Pepen ke depan lokasi PLTSa Sumur Batu untuk wawancara dengan sejumlah awak media, Tedi mengikutinya sampai di depan. Dia menunggu Pepen selesai wawancara. Setelah itu, Tedi kembali meminta Pepen masuk ke dalam lokasi PLTSa sambil merangkulnya.

Sesampainya di dalam lokasi, sekitar lima sampai sepuluh meter dari pintu gerbang, Tedi berbincang dengan Pepen bersama sejumlah pejabat Pemkot Bekasi.

Pepen meminta Kustantinah menjabarkan satu persatu poin kewajiban perusahaan yang belum terpenuhi. Kustantinah menjelaskannya. Mulai dari Feasibility Study (studi kelayakan), Detail Engineering Design dan Side Plan (rencana tapak).

Kemudian, mereka juga membahas untuk mengubah listrik yang akan dihasilkan dalam pengelolaan sampah di Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari yang semula 34,7 megawatt (MW) rencananya akan diubah menjadi 19 MW dari sampah 1.061 ton yang dihasilkan setiap harinya.

Selain itu, hal lain yang dibahas yakni tentang alat yang digunakan untuk pengelolaan sampah diduga tidak terdapat spesifikasi. Saat dilihat, alat tersebut memiliki spesifikasi. Pada kesempatan tersebut, Tedi sempat menyoal mengenai sampah yang dikirim ke PLTSa. Menurut dia, sampah yang dikirim bukan sampah rumah tangga tetapi sampah industri. Ia pun menunjukan kantong infus dan terlihat terdapat beberapa sarung tangan di tumpukan sampah.

Dalam pembahasan tersebut, ternyata perusahaan ini belum mengantongi sejumlah izin sehingga belum beroperasional. Tedi menyampaikan, dari 16 perizinan yang diajukan, baru terbit delapan. Kustantiah langsung menjawabnya. Menurut dia, tentunya izin tidak bisa terbit apabila persyaratan belum dipenuhi. ”Harus dilengkapi persyaratannya, baru dikeluarkan izin,” tegas Kustantiah.

 Kustantinah menyatakan, PT NWA belum mengajukan revisi FS dan revisi dokumen lingkungan. ”Padahal itu sangat penting. Makanya Pak wali (wali kota) meminta untuk segera diselesaikan mereka,” katanya.

Kendala dalam operasional PLTSa, lanjut Kustantinah, karena peralatan PLTSa belum sesuai standar sehingga tidak dapat beroperasi kontinu. ”Makanya kita minta PT NWA mempersiapkan peralatan yang spesifikasinya sesuai standar,” ujarnya.

Kemudian, mengenai sampah yang disebut sebagai sampah industri, Kustantinah menyayangkannya. ”Kalau soal pengertian sampah, PT NWA seharusnya tidak seperti itu karena mereka kan sudah tahu dari awal seperti apa karakteristik sampah Kota Bekasi. Jadi, kenapa dia mempermasalahkan. PT NWA hanya mengalihkan perhatian saja,” katanya.

Disinggung apakah pihaknya bakal membatalkan kerja sama dengan PT NWA karena sekelumit persolan tersebut, Kustantinah enggan berandai-andai. ”Belum sampai ke arah sana (pembatalan kerja sama,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada PT NWA supaya segera menyelesaikan kekurangan administarasi dan teknis serta menyiapkan peralatan di PLTSa agar saat uji coba commissioning dapat beroperasi maksimal.

”Dan saat uji coba commissioning nanti Pemkot minta pendampingan dari Kemenko Kemaritiman dan KLHK serta PT PLN untuk memastikan beroperasinya PLTSa TPA Sumur Batu,” ujarnya.

Sebelumnya, Pepen menargetkan PLTSa dapat beroperasi pada bulan Desember 2019. ”Kita sekarang sedang evaluasi, apalagi presiden sudah manggil kita kemarin, makanya Desember ini harus selesai. Kota Bekasi harusnya awal, pertama sebelum Surabaya kalau nggak salah. Tapi kita ketinggalan dengan Surabaya sekarang,” katanya.

Ia menyatakan, tidak ada konsekuensi yang bakal diterima Pemkot Bekasi apabila PLTSa tidak beroperasi tahun ini. ”Malu aja kita menciptakan sebuah produk, kita ingin sesuatu yang bagus, apalagi kemarin daerah lain masih belum ternyata daerah lain sudah berjalan cepat kita malah stuck,” tuturnya.

Dia mengintruksikan agar Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi and PT NWA membuat surat pernyataan mutlak supaya target dapat tercapai. Sementara itu, Presiden Direktur PT NWA Tenno Sujarwanto tidak merespon ketika dihubungi untuk dikonfirmasi mengenai hal tersebut. (neo/sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker