Bekasi

Calhaj Meninggal Di Atas Pesawat

RadarBekasi.id – Seorang Calo Jamaah Haji (calhaj) asal Jawa Barat meniggal diatas pesawat. Jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang (Kloter) 41 tersebut diketahui meninggal dua jam sebelum tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Supardjo, CJH Asal Kabupaten Indramayu tersebut dikabarkan meninggal akibat penyakit respirasi pernapasan pada saat penerbangan. Sementara itu jamaah yang berangkat bersama istrinya ini memiliki riwayat penyakit pada saluran pernafasannya.

“Sakit saluran pernafasan, kalau dari daerahnya itu memang sudah pakai kursi roda ya, tapi informasi dari TKHInya bilang sudah agak lemas juga waktu pemberangkatan kesini, Kemenag membolehkan untuk berangkat dan keluarga pun menjamin untuk bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa,” ungkap Kepala seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung, Yani Dwiyuli di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi, kemarin (23/7).

Saat pemeriksaan kesehatan di asrama haji embarkasi Jakarta Bekasi, kondisi Supardjo masih dalam keadaan layak untuk diberangkatkan. Akhirnyam jamaah tersebut berangkat bersama dengan rombongan kloternya.

Ketika berada di atas pesawat, jamaah haji yang terbang pada gelombang kedua tersebut masih dalam keadaan sadar. “Jam 1 di pesawat dilakukan visitasi dalam keadaan sadar, tidak ada keluhan, pasien diberi makan pudding juga masih masuk. Kemudian di tensi juga masih memenuhi syarat,” tambahnya.

Terakhir diatas pesawat sang istri memberikan dua teguk minum kepada Supardjo, sesaat kemudian ia terdiam tidur. Karena curiga tidak bangun sama sekali, akhirnya dilakukan pemeriksaan dan hasilnya denyut nadi Supardjo sudah tidak terdeteksi ketika diatas pesawat.

Sesampainya di bandara King Abdul Aziz, jamaah asal kabupaten Indramayu tersebut sempat di larikan kerumah sakit hingga tepat pukul 16.00  waktu Arab Saudi dinyatakan Supardjo sudah meningga dunia dua jam yang lalu.

“Dilakukan resusitasi, akhirnya jam 16.20 waktu Arab Saudi dinyatakan meninggal. Saya lihat videonya ibunya (istri Supardjo) sih sudah menerima, sudah ikhlas karena bapak juga sudah tua,” imbuhnya.

Diketahui penerbangan dari Indonesia menuju tanah suci dilalui oleh para jamaah selama delapan hingga sembilan jam. Sebelumnya dua jamaah asal Jawabarat lainnya jua dikabarkan meniggal dunia.. Mereka jamaah haji Kloter pertama asal, Ahmad Suparman yang dilaporkan meninggal di Madinah tanggal 17 Juli lalu akibat menderita penyakit sirkulasi darah yang dideritanya. Sementara jamaah haji Kloter 18, Ahmad Dimyati yang dikabarkan meninggal di Mekkah akibat menderita penyakit yang sama.

Sampai saat ini tercatat sudah tiga Jamaah haji asal Jawa Barat yang meninggal, satu orang lainnya meninggal setelah dipulangkan kekampung halaman yakni CJH kloter lima atas nama Sukiman asal Kabupaten Cirebon.

Sukiman dipulangkan karena dinyatakan tidak layak untuk berangkat setelah didapati menderita penyakit paru-paru. dari 38.913 CJH asal Jawabarat yang berangkat tahun ini, 70 persen diantaranya masuk kategori resiko tinggi.(sur)

Close