Berita UtamaOlahraga

Pembinaan Arung Jeram Mandek

Arum-jeram
ILUSTRASI: Klub Bowline Raft Team, ketika menjajal salah satu venue yang berpotensi menjadi lokasi Porda 2022, di Sungai Cimanuk, Garut. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Usai melewati pekan olahraga daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018, cabang olahraga (cabor) baru Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bekasi mulai merasakan kendala proses pembinaan.

Belum adanya lokasi latihan di wilayah Kabupaten Bekasi menyulitkan FAJI melakukan proses pembinaan dan regenerasi atlet.

Sekretaris Umum FAJI Iwan Setiono menyatakan, kendala pembinaan masih pada persoalan venue dan peralatan latihan.

Dimana, venue untuk pembinaan hanya ada di beberapa wilayah saja di Jawa Barat. Hasil pendataan sementara, venue latihan berada wilayah Sukabumi, Garut dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kalau berlatih disana, tentunya perlu cost yang cukup besar. Belum lagi soal peralatan yang sampai saat ini belum kita miliki,” bebernya.

Untuk venue sendiri, pihaknya bersama dengan instasi terkait sudah berkomunikasi agar bisa menggunakan saluran air Kalimalang, Kabupaten Bekasi. Sebagai latihan dasar arung jeram, kata dia, lokasi tersebut cukup ideal.

Untuk menggaet atlet pihaknya coba menyasar sejumlah sekolah, lewat pembentukan ekstrakurikuler.

“Untuk binaan, saya sendiri sudah komunikasi dengan beberapa sekolah. Umumnya sangat mengapresiasi,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Umum, FAJI Kabupaten Bekasi, Arif Rahman Hakim justru enggan berkomentar terkait sejumlah kendala yang dialami cabornya.

“Nanti saja, kita belum persiapkan,” ujarnya Arif, ketika ditemui Radar Bekasi, di Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, Jalan Rawa Tembaga Kecamatan Bekasi Selatan belum lama ini.(dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker