BEKACITIZENOpini

Pengguna Bahasa Indonesia di Sekitar Kita (1)

Oleh : Wasto Pujawiatna

Radarbekasi.id – Bisa dibayangkan kalau suatu negara tidak mempunyai bahasa persatuan atau bahasa negara? Setiap warga akan berbicara masing-masing dengan kelompoknya dan tidak akan mengerti jika bertemu dengan kelompok lain. Alhamdulillah negara kita mempunyai bahasa persatuan atas hasil perjuangan para pemuda dari berbagai suku di Indonesia untuk bersatu dalam gerakan sumpah pemuda.

Hampir genap 91 tahun semenjak diikrarkan oleh para pemuda mengenai penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Pasang surut pemakaian Bahasa Indonesia di negara kita dari pemerintahan orde lama, orde baru sampai pemerintah sekarang. Kosa kata Bahasa Indonesia pun banyak menyerap dari berbagai bahasa di dunia. Antara lain : bahasa Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, Jepang, Sansekerta, Arab, Mandarin dan tentunya bahasa daerah yang memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.

Pada waktu Presiden Soekarno berpidato mengenai penggunaan bahasa Indonesia, beliau sangat berapi-api dan mampu menyihir para pendengar hingga berduyun-duyun mendatangi lapangan untuk mendengarkan pidatonya. Sehingga Soekarno terkenal sebagai orator ulung ada akronim pada jaman itu yang terkenal nasakom, jasmerah, ikada dll. Ketika Presiden Soeharto, ia pun sangat menghargai bahasa Indonesia ketika pidato di dalam maupun luar negeri. Ia tidak pernah menggunakan bahasa lain selain bahasa Indonesia bukan berarti tidak fasih dan mengerti bahasa Inggris .

Yang paling diingat Presiden Soeharto ketika berbicara yaitu penggunaan kata kan menjadi ken, bahkan para menterinya pun mengikuti kan menjadi ken. Nama-nama berbau China (Tiongkok,red) pun diubah menjadi Indonesia. Meskipun ada satu atau dua warga keturunan Tionghoa masih memakai nama aslinya, tapi tidak mengurangi rasa nasionalisme kepada negara kita misalnya Lim Swi King atlet bulu tangkis yang banyak mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia, Tanjoe Hok, Kwik Kian Gie (ahli ekonomi) dan banyak lagi. Nama-nama tokoh dan perusahaan harus menggunakan bahasa Indonesia.

Baca : Pengguna Bahasa Indonesia di Sekitar Kita (habis)

Sekarang apakah sudah menggunakan bahasa Indonesia untuk nama-nama perusahaan, merek, makam, perumahan? PT Sido Muncul, PT Aneka Tambang, Hotel Indonesia, PT Wings, PT Indo Food, Kopi ABC, Sirna Raga, Perumahan Graha Media Mustika, Perumahan Grand Residence dll itu sebagian nama-nama merek dagang yang kita bisa mengamati dan memahami sudah kah penggunaan bahasa Indonesia di tempat umum .

Nama-nama kuliner terasa kental memakai bahasa Indonesia, seperti rujak ulek, bakso urat, sate ayam, sate kambing, sate padang, warung nasi sunda, warung nasi tegal, bubur ayam, martabak manis, martabak telor, es campur cirebon, umbi cilembu, oleh-oleh khas Bandung,batgor, dan bala-bala.

Nama-nama rumah sakit, seperti RS kartika Husada, RS Permata Bunda, RS Adam Tholib, RS Ibu dan Anak, RS Natrom,RS Husni Tamrin, RSAL Minto Raharjo, RSPAD Gatot Subroto, RSPAU Halim Perdakusumah, RS Bersalin Bidan Siti Zahroh, RS Pertamina, RS Hermina RS Bhakti Husada. (*)

Guru SMPN 4 Setu

Close