CikarangPerda

Perda KLA Masih Lemah

RadarBekasi.id – Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Fatma Hanum mengaku menyayangkan anga kekerasan terhadap anak dan perempuan di kabupaten Bekasi masih tinggi. Padahal, Pemkab Bekasi sudah ada Perda Kabupaten Layak Anak (KLA) .

Menurutnya, Perda tersebut merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak, yakni melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Dia menyayangkan, meskipun sudah ada Perda Kabupaten Layak Anak namun masih belum sepenuhnya diterapakan, karena dianggap masih lemah. Pasalnya, masih banyak orang yang secara terang –terangan melakukan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Dia berharap kekerasan terhadap anak dapat menurun, mengingat saat ini kekerasan terhadap anak sudah mulai mengkhawatirkan, tidak hanya terjadi diruang-ruang private tetapi juga diruang publik.

”Kekerasan terhadap anak mulai terlihat di ruang ruang public, seperti orang tua memukuli anaknya di pinggir jalan, belum lagi kasus kasus pelecehan dan pemerkosaan. Bahkan hal tersebut dilakukan oleh orang terdekat, “ ujarnya.

Menurut dia, kondisi lingkungan saat ini hanya sedikit instrumen yang memiliki keberpihakan kepada tumbuh kembang anak. Untuk itu pihaknya selaku legislator telah mengesahkan Perda KLA.

”Perda KLA yang telah kita sahkan itu, memuat instrumen yang wajib dilakukan oleh eksekutif untuk memenuhi kriteria menjadi kabupaten layak anak, saat ini wilayah kita baru sampai tingkatan Pratama, sehingga kita butuh peningkatan-peningkatan fasilitas agar KLA itu dapat terimplementasikan secara menyeluruh,”jelasnya.

Fatma juga memberi apresiasi, beberapa instansi sudah mulai menerapkan regulasi yang mencerminkan keberpihakan terdapat anak. Seperti Perda tentang bangunan yang mewajibkan adanya ruang laktasi, ruang bermain anak dan lainnya. Dari sektor pendidikan ada perda sekolah ramah anak, kemudian ada pula puskesmas ramah anak dari sektor kesehatan.

”Beberapa dinas sudah mulai mengimplementasikannya, walaupun masih jauh dari apa yang menjadi target kita, tapi memang butuh waktu untuk benar-benar mewujudkan Kabupaten Bekasi layak anak,”jelasnya. (and)

Close