Metropolis

Program Sedekah Sampah jadi Stimulan

Pengelolaan Sampah di Wilayah

RadarBekasi.id – Program ”Sedekah Sampah” yang digagas Pemkot Bekasi dan mulai diterapkan Senin (22/7) lalu mampu menampung sampah hingga 1.372 kilogram atau 1,3 ton sampah an organik.

Sampah yang dikumpulkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bekasi setiap Senin ini diharapkan bisa menanggulangi permasalahan sampah, serta mengelola sampah hingga memiliki nilai jual.

Dalam hal ini, Pemkot Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi menggandeng Komunitas Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) untuk program yang bakal dihelat rutin usai apel pagi di Plaza pemkot Bekasi Jalan A Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sampah yang terkumpul dijual ke perusahaan untuk diaur ulang, sedangkan uang hasil penjualan akan digunakan untuk biaya operasional komunitas yang dikelola oleh masyarakat tersebut.

Direktur BSIP, Endang Tresnaningtyas mengatakan, petugas terlebih dahulu memilah kembali sampah yang diterima sebelum diserahkan ke perusahaan.

 Kata dia, komponen sampah yang diterima dari ASN masih bercampur dengan jenis lainnya misalnya logam dengan kertas, kardus dengan plastik dan sebagainya.

“Setelah kita sortir, nanti sampah jenis logam, kertas dan plastik kita jual ke pabrik. Sedangkan minyak jelantah kita sudah ada kerjasama dengan eksportir untuk dikirim ke luar negeri,” kata Endang.

Endang merinci, total sampah an-organik yang dikumpulkan di hari pertama terdiri dari plastik, kertas dan kardus seberat 1.372 kilogram dan 17 liter minyak jelantah. Untuk minyak jelantah, akan digunakan sebagai keperluan mesin diesel.

“Untuk harga jual sampah an-organik masih dalam keadaan tercampur begini dihargai Rp1.000 per kilogram,” ujarnya.

Menurut dia, keterbatasan biaya dan lahan membuat BSIP hanya mampu mengumpulkan sampah an-organik yang kemudian dijual ke perusahaan saja. Sebagai contoh, menghadirkan mesin pencacah plastik tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, tetapi lahan yang cukup memadai diperlukan untuk mengoperasikan peralatan tersebut.

“Kita masih belum punya alat pencacah karena banyak tambahan karena harus dicuci, dicacah, dan dikeringkan. Itu (mesin pencacah) juga harus ada tempat yang luas dan biaya lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebelum ada program sedekah sampah, sampah an-organik yang dikelola oleh bank sampah masih jauh dari harapan. Dari target 60 ton per hari, justru bank sampah hanya mampu memilah sampah an-organik sebanyak 60 ton per bulan.

“Perolehan bulanan kami yang 60 ton itu sebetulnya target kami per hari. Ke depan, semoga sampah an-organik yang kami terima bisa terkumpul lebih banyak,” imbuhnya.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Ferdinan mengatakan sampah yang dikumpulkan dalam program Sedekah Sampah ini diserahkan kepada BSIP sebagai mitra pemerintah daerah.

Adapun BSIP merupakan koordinator dari bank sampah unit yang ada di wilayah RW se-Kota Bekasi.

“Total bank sampah kita yang aktif ada 250 unit bank sampah, ke depan akan ada 1.000 bank sampah yang aktif di Kota Bekasi,” kata Ferdinan, Selasa (23/7).

Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan membawa sampah an-organik ke Plaza Pemkot Bekasi setiap Senin pagi. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan di depan gedung Balai Patriot,dan  selanjutnya didistribusikan ke bank sampah untuk dijual hingga diolah menjadi kerajinan tangan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kustantinah Puji Wahyuni mengatakan, program Sedekah Sampah, mengumpulkan sampah an organik setiap Senin usai apel bersama di Plaza Pemkot Bekasi.

“Gerakan Sedekah Sampah sebagai salah satu upaya memerangi masalah persampahan di Kota Bekasi. Kita mulai dari lingkungan Pemerintah Kota Bekasi sebagai contoh, nanti kita teruskan hingga ke tingkat kelurahan, RT, RW,” kata Kustantinah.

Menurut dia, program Sedekah Sampah ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan sederhana. Namun dibalik itu, sampah tersebut bernilai ekonomi bila dikelola dengan baik.

“Kegiatan ini juga memberikan nilai edukasi kepada masyarakat sekaligus membantu usaha pelestarian lingkungan untuk alam yang lebih lestari, pembiayaan program kemandirian masyarakat serta dalam jangka panjang membangun entrepreneur di bidang pengelolaan sampah,” imbuhnya.

Dia menambahkan, jenis sampah yang dapat disedekahkan seperti plastik, kertas kardus, kertas koran, botol dan juga minyak jelantah. Teknisnya setiap Senin sebelum apel maupun sesudah apel para aparatur mengumpulkan sampah an-organiknya yang dibawa dari rumah untuk dikumpulkan di kantor OPD masing masing yang kemudian dibawa untuk dilakukan penimbangan dan dibawa ke Bank Sampah Induk Patriot.

“Kita intinya mendorong para aparatur untuk menjaga kebersihan. Mulai dari mengelola sampah menjadi produk bermanfaat dalam program sedekah sampah. Ini semua untuk mewujudkan Kota Bekasi yang bersih,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menilai di hari pertama penerapan Sedekah Sampah memang belum maksimal. Namun kedepan pihaknya mendorong agar program tersebut konsisten dijalankan.

“Tentunya masih kurang dari harapan karena ini baru pertama kali. Namun terpenting sudah kita mulai dan kemudian kita harus konsisten dan komitmen untuk melekat pada diri aparatur,” katanya.

 Menurut Tri, bila program ini berjalan konsisten setiap Senin setidaknya dapat mengurangi sekitar 30 persen sampah dari total produksi 1.500 ton sampah perhari.

 Tidak hanya di kalangan aparatur, kata dia, pemerintah daerah juga sudah membentuk bank sampah di tiap RW di wilayah setempat. Hanya saja dari sekitar 1.000 RW, Kota Bekasi baru memiliki 280 bank sampah.

 “Sebetulnya ini sudah menunjukkan animo yang cukup baik, jadi warga juga turut membantu memilah dan mengelola sampah menjadi nilai ekonomis,” ujarnya.

Dia mengatakan, sampah an-organik ini bisa dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomis. Misalnya menjadi kerajinan tangan seperti aksesoris pakaian, pajangan di rumah dan sebagainya.

“Sampah bungkus plastik itu bisa diubah menjadi pajangan rumah, sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga,”tutupnya. (pay/adv)

Close