Berita UtamaPolitik

Eka Didesak Serahkan Nama Cawabup ke DPRD

Radarbekasi.id – Tiga partai pengusung (koalisi), PAN, Hanura, dan Nasdem berharap, Pelaskana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja untuk segera duduk bersama menyerahkan nama Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bekasi ke DPRD.

Ketua DPC Hanura Kabupaten Bekasi, Firman Andriyana mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke DPD Golkar Kabupaten Bekasi, termasuk koordinasi dari Bupati Bekasi dengan partai koalisi. “Kami sudah berkirim surat ke Pak Eka untuk membahas proses Cawabup,” ujar Firman, Rabu (24/7).

Dalam surat yang dikirim 23 Juli 2019 itu, kata Firman, pihaknya mengajak Golkar untuk membahas proses Cawabup Bekasi, termasuk nama dan kapan mau di daftarkan ke DPRD. “Kami juga menanyakan kalau mau jomblo apa alasannya, dan jika sudah ada calon, siapa namanya?,” beber Firman.

Menurut dia, selama ini partai koalisi sudah mengalah dengan Partai Golkar. Bahkan dua nama yang sudah mendapat rekomendasi DPP Golkar, yaitu Tuti Nurcholifah Yasin dan Akhmad Marjuki merupakan kader Partai Golkar. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Kami partai koalisi masih menunggu kejelasan dari Plt Ketua DPD Golkar,” ucap Firman.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin berharap, Eka dapat segera berkomunikasi dengan partai koalisi untuk menentukan nama Cawabup.

“Dalam waktu dekat, saya harap Plt Golkar mau duduk bersama partai koalisi untuk menyelesaikan simpang siur nama Cawabup yang akan diajukan ke DPRD, dan ini perlu. Kami hanya berharap roda pemerintahan bisa berjalan optimal,” imbuh Teten.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bekasi, Roy Kamarullah. Dirinya menyampaikan, jika proses rekomendasi partai koalisi sudah rampung sejak 20 Juli lalu.

“Kami nyatakan proses rekomendasi partai koalisi sudah rampung semua, tak ada yang belum turun. Perihal penyerahan dari partia koalisi kepada Bupati, kami masih gunakan etika terkait perolehan kursi, dan tidak ingin mendahului teman-teman di Golkar,” terangnya.

Diakui Roy, pada saat rapat 9 Juli lalu di Bandung, partai koalisi sepakat mengusung dua nama, yakni Tuti Nurcholifah Yasin dan Akhmad Marjuki. Keduanya merupakan kader Partai Golkar. “Dua nama itu sudah kesepakatan bersama,” tegas Roy.

Sebelumnya, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, alasannya belum menyerahkan dua Cawabup ke DPRD, karena sampai saat ini baru ada satu surat rekomendasi yang diterima, yaitu dari DPP Partai Golkar.

“Saya masih tunggu rekomendasi dari partai koalisi seperti PAN, Hanura dan Nasdem. Saya belum tahu kapan mau mendaftarkan nama Cawabup itu ke DPRD,” tukas Eka.

Menurutnya, sampai saat ini belum bisa memastikan apakah akan mendaftarkan dua nama tersebut atau tidak. Walaupun nantinya rekomendasi dari partai koalisi sudah diserahkan ke dirinya.

“Saya belum tahu mau mendaftarkan atau tidak. Tunggu saja perkembangan selanjutnya,” pungkas Eka.

Diberitakan sebelumnya, kalangan DPRD Kabupaten Bekasi mengaku pesimis jika pemilihan Wakil Bupati Bekasi bisa dilaksanakan sebelum pelantikan anggota dewan baru. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai siapa nama Cawabup yang akan disodorkan ke DPRD.

”Jika melihat kondisi seperti sekarang, pemilihan Cawabup tidak akan dilakukan sebelum pelantikan dewan yang baru, karena waktunya terbatas,” tutur Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Ahmad Budiarta, Rabu (17/7).

Dirinya pesimis, tidak akan dilakukan pemilihan sebelum pelantikan dewan yang baru. ”Kondisi sekarang ini masih blunder, dan calon yang diduga mendapat rekom juga menimbulkan protes dari beberapa kalangan,” ujar Budi.

Kendati demikian, ia memastikan, walaupun nantinya pemilihan Wakil Bupati dilakukan sesudah pelantikan dewan baru, dari 18 nama yang sudah mendaftar tidak akan ada perubahaan. Artinya, 18 nama itu yang tetap menjadi kandidat Wakil Bupati Bekasi.

Ia juga menyakini, hal serupa pasti akan dilakukan Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja. Apabila melihat kondisi seperti sekarang, sudah pasti beliau (Bupati) meminta pemilihan ditunda.

“Bupati juga pasti setuju, kalau pemilihan lebih baik ditunda. Mungkin dalam waktu dekat ini Bupati akan mengambil keputusan tegas mengenai pemilihan Wakil Bupati Bekasi,” ucap Budia. (pra)

Tags
Close