EventMetropolis

Kadisparbud Buka Pasar Kopi Bekasi

Dorong jadi Event Nasional

Kadisparbud Buka Pasar Kopi Bekasi
TALK SHOW: Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Tedi Hafni tengah mengisi agenda Talk Show di rangkaian acara Pasar Kopi Bekasi. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Pasar Kopi Bekasi yang digagas sejumlah komunitas beserta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi resmi dibuka di Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara Rabu (24/7).

Puluhan tenant nampak menawarkan sejumlah varian kopi nusantara. Tidak hanya varian jenis kopi sejumlah tenant juga menyediakan kemasan kopi guna mendorong perkembangan usaha kopi khususnya  di Bekasi.

Pengunjung mulai terlihat ramai sejak pertama kali dibuka. Mereka tertarik dengan berbabagai varian rasa dan jenis kopi nusantara.

Sedikitnya ada 20 tenant yang terlibat di Pasar Kopi Bekasi, dengan target kunjungan lebih dari 150 orang perhari ini.

Tidak hanya itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Tedi Hafni yang membuka jalannya event Pasar Kopi Bekasi juga berkesempatan mengisi agenda talk show.

Talk show di hari kedua Kamis (25/7) juga dijadwalkan menghadirkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.

Kepala Disparbud Kota Bekasi, Tedi Hafni mengaku, pihaknya mendukung adanya kegiatan Pasar Kopi. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya di level kota saja melainkan bisa mencapai level nasional.

Hal itu diakuinya sangat memungkinkan karena Kota Bekasi dekat dengan Jakarta.  ”Mudah-mudahan tahun depan akan lebih berkembang lagi, Insya Allah saya dan pemerintah Kota Bekasi mendukung penuh,” ujarnya.

Tedi menambahkan, event tersebut dapat menarik wisatawan lokal dan mengembangkan usaha kopi di Kota Bekasi. Pihaknya juga mendorong agar semakin banyak komunitas pecinta dan pengusaha kopi.

”Dengan seperti itu saya harap mereka akan dapat di kenal oleh kalangan masyarakat luas dan bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal untuk datang ke Kota Bekasi. Dengan seperti itu saya rasa Pasar Kopi Kota Bekasi dapat di kenal luas dan maju,” paparnya.

Dilokasi yang sama, Ketua Panitia Pasar Kopi Bekasi Alex Faisal Dwi Putra menambahkan, event kali ini sedikit berbeda dari tahun lalu. Tidak hanya peningkatan jumlah tenant dan pengunjungnya, namun varian kopi yang ditawarkan juga lebih banyak.

“Tahun lalu ada 15 tenant dan sekarang ada 20 tenant, kemudian jumlah pengunjung tahun lalu dalam sehari 150 orang. Kami yakin kali ini pengunjungnya lebih banyak karena agenda digelar selama dua hari,”jelas Faisal.

Semenatara salah satu pemilik tenant, Novri (30) menjelaskan, tidak hanya mengadirkan kopi nusantara, namun penyajian kopi juga bisa menjadi daya tarik pengunjung.

Novri sendiri menawarkan lima jenis kopi yang bisa dihidangkan kepada konsumen, di antaranya kopi Toraja, Bali, Garut, Bandung dan Aceh. Menurut dia, keunggulan kopi yang ditawarkan ini tidak hanya khas nusantara, tapi proses roasting karena sangat menentukan cita rasa kopi yang dihasilkan.

“Cita rasa bisa divariasikan sesuai selera yah tergantung bagaimana proses roasting (pemanggangan),” kata Novri.

Secara umum ada tiga tingkat roasting kopi yang diolah para barista ini. Di antaranya light roast dengan warna yang masih cerah namun agak kekuningan. Kemudian medium roast berwarna coklat dan dark roast berwarna lebih gelap.

Menurut dia, harga kopi yang ditawarkan cukup terjangkau dari Rp 23.000 per gelas untuk kopi seduh dan Rp 35.000 per kopi kemasan. Dia berharap, masyarakat khususnya warga Kota Bekasi bisa menikmati hidangan kopi yang penuh varian rasa ini. (pay/adv)

Close