Berita UtamaCikarang

Kisah Petani Babelan Menghadapi Kekeringan

Banting Stir untuk Bertahan Hidup

Sawah
SAWAH JADI PETERNAKAN : Seorang petani bernama Aja (48) memperlihatkan bebek petelur yang ia ternak di areal persawahannya di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/7). CR43/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Musim kemarau masih terjadi di Kabupaten Bekasi. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Babelan. Petani setempat, Aja (48) harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Apa yang dia lakukan?. Simak Laporannya.

LAHAN pertanian di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi nampak kering, Rabu (24/7). Tapi, sejumlah petani terlihat masih berada di lahan pertanian mereka.
Radar Bekasi pun mendatangi mereka untuk melihat lebih dekat aktivitas yang mereka lakukan di lahan pertanian dengan luas sekitar 1000 meter persegi ini.

Sesampainya di lokasi, terlihat sebagian lahan pertanian ini dijadikan tempat untuk menyimpan bebek petelur oleh sejumlah petani. Ya, para petani ini beralih profesi sebagai peternak lantaran sawahnya kering.

Salah satu petani, Aja (48) mengatakan, dia terpaksa beralih profesi menjadi peternak untuk menghindari gagal panen.

“Sawahnya sudah kering, kalau dipaksakan untuk ditanami padi pastinya gagal panen, ya pada akhirnya memutar otak untuk memilih berternak bebek petelur,” katanya kepada Radar Bekasi, Rabu (24/7).

Aja menceritakan, modal awal yang dia keluarkan sebagai peternak bebek terhitung cukup besar yakni mencapai Rp30 juta. Dia menggunakan uang itu untuk membeli 500 ekor bebek yang terdiri dari bebek jantan dan bebek betina.

Bebek – bebek yang berusia tujuh sampai delapan bulan itu kemudian dimasukkan ke dalam satu kandang yang sama agar dapat menghasilkan telur. Jika sudah bertelur, bebek itu akan dipindahkan ke kandang lainnya.

“Setiap harinya menghasilkan 200 telur sampai 400 telur. Dari jumlah bebek itu, hasil telurnya tidak menentu, untuk hari ini ya alhamdulillah ada 400 telur,” ucapnya.
Setiap butir telur yang dihasilkan dari kandang tersebut dijual dengan harga Rp3000. Ia tak perlu lagi mencari pelanggan. Karena sudah ada pengepul yang datang mengambil dan membayar telur bebek itu setiap pagi.

“Keuntungan perharinya saya mengantongi sebesar Rp200 ribu. Sisanya untuk keperluan pakan dan sebagian. Dari telur tersebut biasanya saya tetaskan yang nanti setelah menetas anak bebek saya jual ke sejumlah kios ternak,” tandasnya.(van)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker