Berita UtamaMetropolis

Merokok Sembarang Tempat Terancam Sanksi

Pidana Hingga Denda Rp 15 juta

Illustrasi Anak dan Kawasan Anri Rokok
Illustrasi Anak dan Kawasan Anri Rokok

Radarbekasi.id – Merokok di sembarang tempat di wilayah Kota Bekasi terancam sanki berupa pidana hingga denda  Rp15 juta. Hal itu menyusul diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) terkait kawasan tanpa rokok (KTR).

Pada bab VI pasal 7 dijabarkan tentang penetapan kawasan tanpa rokok yakni meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, fasilitas olahraga, tempat kerja dan tempat umum lainnya.

Pada Perda tersebut juga mengatur penjualan rokok kepada anak dibawah usia 18 tahun dan wanita hamil. Selain itu padal pasal 17 pemerintah Kota Bekasi diminta untuk melakukan pengendalian terhadap iklan produk tembakau yang dilakukan pada media luar ruang.

Anggota Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi, Dariyanto mengatakan, Perda perihal KTR dibuat untuk menanggulangi dampak dari rokok di masyarakat.

“Tujuan kita membuat perda ini kita lihat dari dampak masyarakat, pertama usia perokok masyarakat itu semakin rendah (muda),” katanya, Rabu (24/7).

Dalam perda tersebut kata Dariyanto telah mengatur sejumlah sanksi mulai dari pidana hingga sanksi denda.

Dalam bab XI dijelaskan tentang ketentuan pidana, bagi setiap orang yang tidak memasang pengumuman dan tanda larangan kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan penggunaan rokok.

Usai Perda KTR ini disepakati dan disahkan dalam paripurna beberapa waktu lalu, maka pemerintah kota memiliki tugas untuk menyediakan sarana untuk merokok termasuk para pengusaha seperti mal dan sebagainya yang telah didetapkan sebagai KTR.

Pengawasan juga menjadi langkah penting oleh pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini eksekutif dalam pelaksanaan Perda KTR tersebut setelah efektif dilaksanakan di lingkungan Kota Bekasi.

“Cuma yang jadi pertanyaan kita kepada eksekutif, sanggup nggak menjalankan ini. Perda kita buat sebanyak-banyaknya nggak apa-apa, tapi kan bisa atau tidak menjalankan itu,” imbuhnya. (sur)

Close