Berita UtamaPendidikan

Penerapan Budaya Antikorupsi di Sekolah

Sisipkan Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Budaya
ILUSTRASI: Sejumlah siswa di salah satu sekolah di Kota Bekasi bermain dihalaman kelas saat waktu istirahat. Pendidikan budaya antikorupsi harus diterapkan di setiap sekolah guna membentuk karakter siswa yang baik.Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Pendidikan budaya antikorupsi harus diterapkan di setiap sekolah guna membentuk karakter siswa yang baik. Pendidikan budaya antikorupsi ini bisa diwujudkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler yang terancang secara kreatif serta terpadu.

Materi antikorupsi ini bisa disisipkan dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, khususnya kompetensi dasar tentang hukum dan lembaga-lembaga.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dewi Sartika mencontohkan, salah satu kegiatan paling buruk adalah mencontek. Karena, hal tersebut menjadi cikal bakal sikap korupsi.

“Maka dari itu, sebagai pendidik kita harus membantu setiap anak memunculkan karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab serta menguatkan budaya integritas,” ujar Dewi saat Workshop Penyusunan Peraturan dan Diseminasi Pendidikan Antikorupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Dewi Sartika, Kota Bandung, belum lama ini.

Muatan materi pendidikan antikorupsi di Jawa Barat, tambahnya, bisa diimplementasikan melalui kurikulum dan pembiasaan yang disesuaikan kebutuhan serta karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.

“Adapun pencapaian dari implementasi pendidikan antikorupsi ini meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan,” tambahnya.

Kadisdik mengungkapkan, dinas pendidikan akan membentuk tim penyusun kebijakan untuk mewajibkan mata pelajaran yang memuat pendidikan karakter dan budaya antikorupsi. Pembentukan tim ini juga melibatkan unsur pejabat pada cabang dinas dan pengawas sekolah. Selain itu, KPK akan memberikan ruang atau memfasilitasi pendidikan antikorupsi dengan memberikan materi ke sekolah-sekolah.

Adapun sekolah piloting (uji coba) yang akan ditunjuk adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Bandung, SMAN 2 Bandung, SMAN 27 Bandung, Sekolah Menengah Kejururan Negeri (SMKN) 15 Bandung, SMKN 8 Bandung, SMKN 9 Bandung, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung, dan SLBN Kapt. Halim Purwakarta.(oke/tim)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close