Berita UtamaCikarang

20 Ribu Korban PHK Akan Dilatih

PHK
TINJAU LOKASI PELATIHAN : Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanief Dhakiri meninjau lokasi pelatihan pada program Vokasi Indonesia Bekarja di ATMI Cikarang, Kamis (25/7). KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan pelatihan untuk 20 ribu peserta BPJS yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahuni ini. Mereka akan diikutsertakan dalam program Vokasi Indonesia Bekerja yang baru diluncurkan kemarin, Kamis (25/7).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menjelaskan, yang dapat mengikuti program ini harus memenuhi beberapa persyaratan. “Syaratnya, yang jelas peserta Ketenagakerjaan, minimal telah menganggur selama satu tahun, dan tidak boleh yang sudah ter-PHK di atas dua tahun,” katanya kepada Radar Bekasi kemarin.

Ia mengatakan, program ini juga merupakan impelentasi dari misi BPJS Ketenagakerjaan yakni meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja. Untuk sekarang, vokasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, dan Banten.
Selain mendapatkan pelatihan, peserta juga akan mendapatkan sertifikasi profesi jika. “Kita lakukan vokasi ini secara bertahap, untuk sekarang baru tiga provinsi. Tentunya nanti akan kita implementasikan secara nasional,” katanya.

Pihaknya melakukan kerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan, pihak swasta, dan pemberi kerja atau perusahaan. “Kita bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan, untuk memantau serapan tenaga yang dilatih ke lapangan kerja,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanief Dhakiri mengharapkan agar peserta program ini dapat meningkatkan keahlian mereka. Selain itu, mereka diharapkan adaptif dengan perubahan yang berlangsung.

“Dunia pekerjaan saat ini sudah mengalami pergeseran. Sehingga, kalau skill kerjanya tidak diperbaiki itu menjadi masalah. Oleh karena itu, kita support betul inisiatif-inisiatif seperti yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan ini,” tuturnya.

Hanif meminta, agar ada kerjasama dari pihak industri dengan seluruh institusi pendidikan dan pelatihan vokasi dalam rangka melakukan masifikasi pelatihan vokasi.

“Kita juga mengundang industri untuk bisa bekerjasama. Sehingga problem baik menyangkut kualitas maupun kuantitas, dan juga persebaran dari Sumber Daya Manusia ini bisa kita atasi,” ucapnya. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker