Berita UtamaOlahraga

Arung Jeram Terancam Absen di PON

Arung Jeram
PERSIAPAN: Atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat ketika menjalani latihan. Hasil pembahasan, FAJI terancam absen di PON Papua 2020. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, XX 2020 kabar tak sedap di terima pengurus daerah (Pengda) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat.

Pasalnya, cabor yang sudah mempersiapkan atlet sejak Januari 2019 ini, terancam tidak dipertandingkan di PON.

Ketua Umum FAJI Jawa Barat, Muhammad Saeful membenarkan bahwa ada sejumlah perubahan ketentuan. Hasil rapat April 2019 lalu bersama Panitia Besar (PB) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), beberapa cabor seperti Arung Jeram, Squash, Drum Band dan Berkuda harus melakukan pengajuan ulang.

“Jadi Gini, terakhir rapat dengan PB PON dan Kemenpora, ya memang sementara ada beberapa cabor yang mesti kembali mengusulkan untuk maju pada PON Papua. Itu sedang berproses, tetapi ya gak tau. Kita masih menunggu kepastian (ikut atau tidak),” ujar pria yang akrab disapa Bang Eful ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Kamis (25/7).

Diketahui, kata dia, pada Januari 2019, FAJI Jawa Barat sudah menjalankan seleksi daerah (Selekda) persiapan PON. Pihaknya menyayangkan jika FAJI tidak bisa tampil di ajang olahraga multi event tingkat nasional tersebut.

“Saya pikir, akan sangat disayangkan bila arung jeram tidak dapat ambil bagian pada PON ini. Karena peluang kita (FAJI Jabar) sudah cukup besar,” imbuhnya.

Lanjut Eful, dari segi venue, wilayah Papua dinilai cukup siap, karena dari arus perairan sudah ideal dan pengembangan arung jeram sangat berpotensi.

“Cuma memang, disinilah tugas pengurus besar (PB) FAJI. Dimana, ini menjadi tanda tanya besar seluruh pengprov (Pengurus Provinsi) di Indonesia,” cetusnya.

Dia menegaskan, tidak adanya cabang olahraga (Cabor) FAJI pada PON sudah terlihat dari Surat Keputusan (SK) baru per April 2019. Padahal di SK pertama, kata dia, Komite Olahraga Nasional Indonesua (KONI) sudah menerima, kabar bahwa arung jeram akan dipertandingkan, sehingga persiapan dilakukan Pengda.

“Kemudian di April kemarin, di anulir lagi. Kok Bisa kita di coret. Sementara cabor baru yang tidak memiliki nilai jual malah masuk,” bebernya.

Hasil konsolidasi lintas Provinsi, Saeful menambahkan, sebagian besar wilayah sudah mempersiapkan diri. Bahkan, sudah siap menjalankan babak kualifikasi (BK) PON.

“Kami sudah mempersiapkan diri. Hasil konsultasi dengan Jogja, Jatim, dan Jateng, termasuk Jabar sudah siap. Artinya kekecewaan sama seperti kita di Jawa Barat,” katanya.
“Saya terus terang kecewa. Kita sudah membahas dengan semua pengprov. Dan ini memang kegagalan PB, gagal mengawal arung jeram” timpalnya. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close