Berita UtamaLalulintas

Bakal Makin Macet

Penutupan Simpang Jalan A Yani Pekan Depan

Bakal Makin Macet
REKAYASA LALIN: Pengendara sepeda motor melintas di jalan baru Pengairan, Bekasi Selatan, Jumat (26/7) Sehubungan dengan pekerjaan lanjutan pembangunan Tol Becakayu segmen simpang BCP maka terhitung hari Rabu tanggal 31 juli akan dilakukan pengalihan lalu lintas. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Masyarakat Kota Bekasi yang biasa melintasi jalan A Yani, KH Noer Ali atau jalan M Hasibuan, bakal menghadapi kemacetan. Ya, simpang jalan A Yani yang menghubukan jalan KH Noer Ali dan M Hasibuan akan ditutup pekan depan.

Perubahan manajemen lalu lintas di simpang jalan Ahmad Yani ini dilakukan menyusul dilanjutkannya pembangunan proyek Tol Becakayu pekan depan tetepatnya pada hari Rabu (31/7).

Pier 347 yang akan dibangun menutup ruas ujung jalan KH Noer Alie sisi utara yang sebelumnya digunakan untuk kendaraan menuju ke arah Jakarta. rekayasa manajemen lalu lintas utama yang akan dilakukan yakni mengarahkan kendaraan dari arah Bekasi Timur dari Jalan Hasibuan untuk memutar kendaraan di U Turn jembatan Pekayon untuk selanjutnya menuju ke jalan KH Noer Alie sisi Selatan.

Sejumlah analisa sudah dilakukan Dinas Perhubungan Kota Bekasi terkait dengan jumlah kendaraan yang melntas dari arah Jalan Hasibuan menuju ke jalan KH Noer Alie sisi selatan. Hasil analisis tersebut menunjukkan jumlah kendaraan yang melintas di jam sibuk tidak sepadan dengan jumlah daya tampung U Turn sehingga dikhawatirkan akan terjadi penumpukan kendaraan.

”Ya, kami sudah menyiapkan rekayasa lalulintas terkait penutupan jalan A Yani mulai pekan depan,” kata Kabid Teknik Lalu lintas Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan kepada Radar Bekasi, Jumat (26/7).

Menurutnya, dilanjutkan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak lepas dari rencana dibangunnya over pass yang akan dibangun melintasi Jalan Ahmad yani tepatnya mulai dari jalan simpang sisi Giant menuju jalan KH Noer Alie sisi Selatan.

Namun, Dishub Kota Bekasi mengaku belum mengetahui kejelasan terkait dengan waktu pembangunan. ”Pembangunan over pass itu sudah dua kali kita rapat belum bisa menunjukkan detail design-nya,” katanya.

Over pass ini dibutuhkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di area simpang jalan Ahmad Yani tersebut. pasalnya jika diletakkan Traffic Light di sisi Giant menuju ke sisi selatan jalan KH Noer Alie jaraknya sangat berdekatan dengan simpang lainnya yang menghubungkan jalan KH Noer Alie sisi utara dengan jalan Hasibuan.

Proses untuk menuju realisasi pembangunan over pass tersebut kata Johan masih sangat panjang, berkaitan dengan izin, kemudian detail design yang mencakup tinggi dan lebar over pass pun belum ditunjukkan oleh PT KKDM selaku pelaksana proyek tol Becakayu.

”Kita ingin lihat detail design-nya supaya Metropolitan Mall, Dishub, DBMSDA dan masyarakat bisa menyesuaikan. kita kejar terus, karena jangan sampai tol nya sudah beroperasi, pembangunan over pass nya belum,” imbuhnya.

Pembangunan over pass diharapkan tidak mengganggu managemen lalu lintas di jalan Ahmad Yani. Untuk menghindari gangguan lalu lintas pada saat pembangunan over pass, PT KKDM berencana untuk membebaskan lahan di sisi Giant selebar 10 Meter untuk dilewati sementara dan itu pun belum ada tanda-tanda pelaksanaannya.

Guna mengantisipasi jika manajemen rekayasa lalu lintas utama yang dilaksanakan mulai pekan depan tidak memungkinkan dan mengganggu arus lalu lintas, maka kendaraan dari Bekasi Timur di Jalan Hasibuan akan diarahkan melintas ke jalan sisi Giant melalui jembatan Presdo, untuk selanjutnya melintas Jalan Ahmad Yani menuju ke sisi selatan Kalimalang.

Jika rekayasa lalu lintas kedua ini terpaksa harus dilaksanakan, Dishub Kota Bekasi sudah membongkar median Jalan Ahmad Yani yang berada ditengah untuk dilalui kendaraan dari jalan sisi Giant menuju ke jalan KH Noer Alie sisi selatan.

Salah seorang warga Kecamatan Bekasi Timur, Indra Setiawan (32) mengaku belum mengetahui rencana pengalihan arus lalu lintas tersebut. Jika memang dilakukan, menurut pria yang setiap harinya melintasi jalan raya KH Noer Ali tersebut, maka jalan akan makin macet.

”Ya pasti akan macet banget, apalagi kita yang mau lewat Kalimalang harus belok , gak bisa langsung lurus.” tutur karyawan swasta yang berkantor di Jakarta Pusat tersebut.

Sementara itu belum lama ini, Kepala Seksi pembangunan jalan dan Jembatan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto menerangkan bahwa target tol Becakayu seksi 2A hingga di simpang jalan Hasibuan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini.

”Kan mereka targetnya akhir tahun ini selasai operasional, kita juga pengennya ini juga selesai, jangan mikirin proyek aja. Mereka janji sih pembangunan jembatan tiga bulanan, kalau over pass empat sampai lima bulanan,” ungkapnya beberapa waktu lalu saat ditemui oleh Radar Bekasi.

Terpisah, Direktur tehnik dan operasional tol Becakayu, Ayuda Prihantoro saat dihubungi oleh Radar Bekasi berjanji untuk menjawab pertanyaan seputar pembangunan Tol Becakayu dan pembangunan over pass pada pekan depan. ”oke hari senin ya,” singkatnya kepada Radar Bekasi, kemarin. (sur)

Close