Berita UtamaCikarangInfrastrukturPendidikan

Diduga Tak Berizin

SMP Islam Al Mukmin
DIDUGA TAK BERIZIN: Pembangunan SMP Islam Al Mukmin di Kampung Rawa Sentul, Kelurahan Sertajaya, Cikarang Timur Kabupaten Bekasi. Pembangunan sekolah itu diduga tidak berizin. ANDI/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Al Mukmin di Kampung Rawa Sentul, Desa Sertajaya diduga memanfaatkan lahan Fasilitas Sosial Fasilitas Umum (Fasos Fasum) tanpa izin.

Lurah Sertajaya, Hendra mengakui pembangunan di atas lahan fasos fasum yang sedang dilakukan tidak berizin.

”Memang tidak berizin itu, sesuai pendataan yang saya dapat lahan tersebut memang lahan fasos fasum dari Jababeka. Namun saya juga belum melihat bukti Berita Serah Terima Aset (BSTA),” jelasnya, Jumat (26/7).

Dia mengaku sudah datang ke sekolah itu dan bertemu dengan kepala sekolah setempat. Hendra juga memberi peringatan agar sekolah menunjukan bukti perizinan dalam waktu satu minggu.

Jika tidak ada, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan yang ditembuskan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penyegelan.

”Ini memang tidak benar, seharusnya perizinan itu ditempuh melalui kelurahan. Tapi hingga saat ini tidak ada masuk permohonan,” jelasnya.

Warga setempat, Iwan Boy menyampaikan, dirinya mendukung aktivitas pembangunan di lahan yang sebelumnya merupakan sarana olahraga ini. Karena, pembangunan tersebut karena untuk kepentingan pendidikan.

Namun, kata dia, pembangunan tersebut harus mengikuti aturan yang ada. ”Kebetulan sarana olahraga sebelumnya apabila malam banyak remaja yang memanfaatkan untuk kegiatan negatif,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Effendi mengatakan, dia akan memeriksa dokumen perizinan dari sekolah tersebut.

”Nanti saya lihat dulu ya, karena kalau sekolah itu masuk ke pelayanan pasti yayasan. Nanti coba saya cek dulu ya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Al Mukmin, Titin Supriatin tidak merespon ketika dihubungi mengenai hal tersebut. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker