Cikarang

Apindo dan Pemkab Silang Pendapat

Soal Pembangunan Sekolah Vokasi

RadarBekasi.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi menyarankan agar Pemkab Bekasi mengoptimalkan sekolah yang ada untuk melaksanakan pendidikan vokasi. Hal itu menanggapi usulan Pemkab Bekasi yang hendak membangun sekolah vokasi di kawasan industri.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi, Sutomo mengatakan, pembangunan sekolah vokasi tidak harus dilakukan di kawasan industri. Karena, faktor keterbatasan lahan dan faktor kesehatan siswa yang dapat terdampak polusi yang terjadi di kawasan industri.

”Jadi harus matching saja, antara dunia sekolah dengan dunia industri, agar setelah lulus betul-betul sudah siap, betul-betul paham dengan industri. Kalau saya melihat tidak mesti membangun sekolah di kawasan industri,” katanya kepada Radar Bekasi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika program pendidikan dan kebutuhan industri sudah selaras maka potensi lulusan sekolah untuk bekerja dapat lebih besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Edy Rochyadi menuturkan, seajuh ini baru ada dua SMK yang ada di kawasan industri. Yakni, di kawasan MM2100, dan Delta Mas.

Berbeda dengan Sutomo, dia sepakat agar kawasan industri membangun sekolah. Hal tersebut perlu dirumuskan bersama antara pemerintah dengan pengelola kawasan industri.

”Memang harusnya setiap kawasan industri punya Balai Latiha Kerja (BLK), SMK industri, poli teknik, bahkan perguruan tinggi, itu yang lebih ideal. Sehingga tenaga kerjanya bisa dari situ,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan bekerja sama dengan pengelola kawasan industri untuk membangun sekolah vokasi. Hal itu dilakukan guna peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di wilayah setempat.

Kata dia, bupati Bekasi telah menyampaikan mengenai hal tersebut kepada pengelola kawasan saat berkunjung ke sejumlah kawasan industri.

”Kita harus berkolaborasi, kita bekerja sama dengan kawasan juga supaya kita kerja bareng lah, tidak hanya dengan pemda, kita optimalkan dengan pengelola kawasan juga,” katanya. (pra)

Close