Jurnalisme WargaOpini

Pengaruh UUPA dengan Dunia Pendidikan (1)

Oleh: Sri Andriyani

Radarbekasi.id – Ada yang tau, apa itu UUPA? Sebagai guru selayaknya kita mampu berwawasan luas dalam segala hal, tidak hanya kegiatan mengajar saja yang dipahami. Lebih dari itu, pengetahuan lainnya juga harus dikuasai. Berwawasan luas dengan belajar dan membaca tentunya. UUPA adalah Undang-Undang Perlindungan Anak. Pertanyaan saya selanjutnya, Undang-Undang nomor berapa yang mengatur tentang anak. Tentunya UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak. Undang-undang yang muncul atas perubahan UUPA sebelumnya nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ada apa dengan UU ini. Kok saya tertarik ingin membahasnya?.

Tentu, karena UU ini berkaitan dengan anak. Anak didik yang setiap hari kita berhubungan dengannya. Dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas ataupun di keluarga dan masyarakat, pastilah kita bertemu dengan yang namanya anak. Anak adalah anugerah terindah dalam hidup. Anak di sekolah kita sebut peserta didik. Anak sendiri disebut anak kandung, dan di masyarakat sering di sebut anak-anak. Lalu ada apa dengan anak? Dan apa hubungannya denga UUPA?. Apa juga pengaruhnya dengan dunia pendidikan.
Ada tiga pembahasan besar yang akan dibahas pada tulisan ini. Pertama, pengertian anak itu sendiri. Kedua, apa hubungannya anak dengan UUPA. Dan ketiga, apa pengaruh UUPA dengan Dunia pendidikan.

Baca : Pengaruh UUPA dengan Dunia Pendidikan (habis)

Pertama, anak adalah seseorang yang belum berusia delapan belas tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak adalah aset dalam melanjutkan perjuangan bangsa. Anugerah yang Allah SWT berikan kepada manusia untuk menjaga kelestariannya. Anak adalah generasi penerus bangsa. Apa gunanya bila kita ingin membangun masyarakat atau bangsa tanpa memperdulikan anak. Terlebih perduli terhadap pendidikan anak.

Kedua, seperti dijelaskan diatas bahwa anak adalah aset yang harus dilindungi karena peran anak dalam meneruskan perjuangan bangsa dan negara serta agamanya. Maka di rasakan perlu dan harus mendapatkan porsi yang besar dalam memberikan perlindungan terhadap anak agar sesuai dengan apa yang diharapkan dalam UUPA nomor 35 Tahun 2014 Pasal 15. Bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari : penyalahgunaan dalam kegiatan politik, pelibatan dalam sengketa bersenjata, pelibatan dan kerusuhan sosial, pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, pelibatan dalam peperangan dan kejahatan seksual. Dengan adanya UUPA ini tentunya anak menjadi nyaman merasa terlindungi.

Ketiga, dalam pasal 1 ayat 15 adanya perlindungan khusus terhadap anak dalam bentuk perlindungan yang diterima oleh anak dalam situasi dan kondisi tertentu yang dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi anak dari ancaman yang membahayakan diri dan jiwanya dalam tumbuh kembangnya. Hal ini juga memberikan rasa aman kepada orangtua dalam menjalani tugasnya sebagai orangtua. Ketika anak bersekolah ada rasa aman memberangkatkan anaknya untuk bersekolah.

Berdasarkan Undang-undang ini siswa dijauhkan dari tindakan kekerasan fisik yang dapat mengakibatkan cidera, cacat, atau bahkan kematian selama mengikuti pembelajaran di sekolah. Seperti yang saya katakan di atas, bahwa dengan adanya undang-undang ini memberikan jaminan hukum kepada siswa dalam pembelajaran di sekolah. (*)

Anggota KGPBR Bekasi

Close