Berita UtamaPendidikan

Incar Gelar Sekolah Adiwiyata

SMAN-10
AKTIVITAS BELAJAR: Sejumlah siswa SMAN 10 Kota Bekasi melakukan aktivitas belajar di luar kelas di bawah rindangnya pohon.Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – SMAN 10 Kota Bekasi mengincar gelar Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bekasi dalam perlombaan tahun ini. Berbagai persiapan dilakukan secara maksimal agar gelar sekolah yang peduli lingkungan sehat, bersih, dan indah tersebut diraih.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMAN 10 Kota Bekasi, Eko Ariyanto, mengatakan pada tahun lalu sekolahnya telah mengikuti lomba tersebut. Namun, karena minimnya persiapan, gekar Sekolah Adiwiyata gagal diraihnya.

”Karena tahun lalu masih ada pembangunan sekolah dan kegiatannya berbarengan dengan akreditasi sekolah. Jadi mungkin persiapannya kurang baik,” jelas Eko, kepada wartawan, Senin (29/7).

Pada perlombaan di tahun ini, sekolah yang berada di wilayah kecamatan Medan Satria tengah melakukan persiapan. Tak tanggung-tanggung, lahan seluas 1 hektar ’disulap’ untuk area penghijauan.

Lahan tersebut dimanfaatkan untuk penerapan program satu siswa satu tanaman. ”Dalam persiapannya kami buat program 1 siswa bertanggung jawab atas 1 tanaman yang hidup. Jadi sebelum dan sesudah KBM (kegiatan belajar mengajar), siswa bisa menyirami dan memberikan pupuk ketanaman yang mereka tanam,” tuturnya.

Selain itu, sekolah juga menanam tanaman hias dan obat, serta pohon seperti mangga, jambu air, sayur, sawo, kumis kucing, serta tanaman hias dan obat.

”Kami memilih beberapa pohon tersebut, karena nantinya pohon ini dianggap produktif untuk lingkungan sekolah. Juga bisa dikonsumsi, jadi setiap tanaman memberikan manfaat bagi yang berada dilingkungan sekolah,” katanya.

Selain itu, persiapan juga dilakukan melalui program bank sampah. Dalam program ini, sampah diolah dengan menggunakan alat khusus menjadi pupuk organik.

Seluruh program di SMAN 10 diterapkan melalui metode pembelajaran secara akademis. Diantaranya, pelajaran biologi, pendidikan lingkungan hidup, biografi, dan kewirausahaan.

Melalui pembelajaran ini, imbuh dia, siswa dapat memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, dan solidaritas tinggi dalam merawat lingkungan sekolahnya.

Eko mengungkapkan, persiapan yang dilakukan dapat memberikan cerminan wajah sekolahnya. Menurutnya, penilaian Sekolah Adiwayata akan dilakukan pada Oktober 2019. Berbagai persiapan yang telah dilakukan sudah mencapai 60 persen.

Sambil menuggu sekitar kurang dari tiga bulan lagi, persiapan lain akan lebih dimaksimalkan. Dengan demikian, gelar Sekolah Adiwiyata dapat diraih pada tahun ini.

”Kami yakin bisa bisa mendapatkan gelar Sekolah Adiwiyata tahun ini,” pungkasnya. (cr46)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close