Berita UtamaPolitik

Tidak Transparan, Mekanisme Penjaringan Cawabup Diprotes

Wabup
SERAHKAN BERKAS: Dadan Setiawan (dua dari kanan) didampingi istri nya, saat menyerahkan berkas pendaftaran Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bekasi kepada Wakil Ketua DPD Golkar, Ahmad Budiarta (dua dari kiri) di Kantor DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Cikarang Utara, Rabu (19/6) lalu. ARIESANT/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Salah satu bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bekasi, Dadan Setiawan menyayangkan proses seleksi yang tidak dilakukan secara terbuka oleh DPD Partai Golkar maupuan Panitia Pemilihan (Panlih).

Apalagi sebagai calon yang sudah resmi mendaftar, tidak ada pemberitahuan terkait proses dan mekanisme pemilihan nya seperti apa.

”Sebelumnya pernah dijanjikan oleh panitia pendaftaran Cawabup, bahwa peserta yang sudah mendaftar akan dihubungi dan memberitahukan proses mekanisme penjaringan nya seperti apa. Namun belum sempat dihubungi, tahu-tahu surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar sudah keluar,” sesal Dadan,” Senin (29/7).

Ia menduga, Golkar terlalu buru-buru, atau tidak punya waktu untuk menghubungi bakal Cawabup yang sudah mendaftar secara resmi.

”Memang tidak ada pemberitahuan proses penjaringan nya seperti apa. Biasanya Golkar melakukan konferensi pers, dan ini yang sangat saya sayangkan, padahal itu merupakan tolok ukur untuk melihat kapasitas dari masing-masing calon,” kata Dadan.

Pria yang akrab disapa DS mendukung soal penundaan pemilihan Cawabup. Artinya, yang dibutuhkan beliau (Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja) yang satu visi. Karena wakil itu nantinya yang akan menerjemahkan kebijakan bupati.

”Memang kewenangan untuk memilih wakil sebagai pendamping bupati adalah beliau (Pak Eka). Tapi ada calon yang dapat rekomendasi, tapi tidak begitu kenal. Masa harus dipaksakan untuk dipilih,” tegasnya.

DS pun meminta agar DPRD menghargai dan menerima masukan dari para tokoh dan masyarakat Bekasi.

“DPRD harus menghargai masyarakat dan para tokoh Bekasi. Dalam artian, kemauan rakyat Bekasi dijalankan,” imbuhnya.

Kendati demikian, DS meyakini masih bisa menjadi Wakil Bupati Bekasi. ”Seperti awal saya mendaftar ke Golkar, dan hingga saat ini tetap semangat dan optimis, mau calonnya berapa pun itu,” pungkasnya. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close