Berita UtamaBisnisCikarang

BBWM Wacanakan Bangun Hotel

Persediaan Migas Disebut Segera Habis

BBWM Wacanakan Bangun Hotel
PENGEMBANGAN USAHA: Pekerja memasang bendera merah putih di Kantor Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (30/7). PT BBWM berencana melakukan pengembangan usaha dengan membangun hotel di Kantor BUMD tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bekasi mewacanakan untuk melakukan pengembangan usaha dengan membangun hotel. Hal itu dilakukan karena eksploitasi minyak dan gas (migas) perusahaaan pelat merah itu berpotensi berakhir dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan.

Manager Humas PT BBWM, Hilaludin Yusri memperkirakan, ekslpoitasi migas yang telah dilaksanakan pihaknya sejak tahun 1985 ini bakal berakhir saat aktivitasnya sudah berjalan 40 tahun atau sekitar enam tahun lagi.

”Hari ini kita tinggal menunggu saja kapan gas dan minyaknya habis. Karena sekarang sudah 30 tahun, ibaratnya sedang meniriskan saja potensi minyak dan gas yang ada di Kabupaten Bekasi,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (30/7).

Menurut dia, manajemen perusahaan pelat merah itu berencana membangun hotel di Kantor BBWM yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. Hal itu dilakukan untuk pengembangan usaha. Karena, kata Hilal, memenuhi standar tata ruang dan kebutuhan pasar untuk dilakukan pembangunan hotel dan tower perkantoran.

”Memang kita ada rencana pengembangan usaha, kita mau bangun hotel, mudah-mudahan disetujui oleh bupati, dewan (anggota DPRD), dan sebagainya. Tapi kalau gasnya masih ada, tetap lanjut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hilal juga mengaku tidak tahu ketika disinggung mengenai capaian pendapatan dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan biaya operasional perusahaan tersebut. Tapi, ia mengklaim kalau PAD yang diperoleh melebihi target.

”Kalau kita masih PAD tidak rugi, karena PAD itu keuntungan, kalau mau diaudit potensi silahkan saja, kan potensinya bukan punya kita, tapi punya alam,” ujarnya. (pra)

Close