Politik

Pecah, Kursi Gerindra Stagnan

Radarbekasi.id – Dualisme kepemimpinan Partai Gerindra Kota Bekasi ternyata berdampak langsung terhadap jumlah kursi hasil pemilihan legislatif (pileg) 2019.

Terbukti, Gerindra Kota Bekasi masih tetap dapat enam kursi DPRD dan tidak bertambah dari pileg 2014 silam. Berbeda jauh dari Kabupaten Bekasi yang berpotensi mendapatkan 11 kursi (satu kursi masih berperkara di MK).

Kurang memuaskannya hasil perolehan kursi itu disinyalir karena adanya dua kubu, yakni antara Ibnu Hajar Tanjung dan R. Eko Setyo Pramono. Salah satu kader Gerindra, Adi Suryadi mengharapkan agar Gerindra Kota Bekasi untuk bersatu dan membangun kembali soliditas partai.
Dan untuk menjaga soliditas tersebut kata Adi, Partai Gerindra yang mendapat enam kursi dan memiliki jatah pimpinan DPRD harus menyodorkan sosok diluar dua kubu yang bisa mempersatukan Gerindra ke depan.

”Sudah saatnya Gerindra Kota Bekasi ini solid dan sosok Wakil Ketua DPRD harus memiliki track record di luar dua kubu yang berseteru saat pileg dan pilpres,” harap Adi.

Menurut Adi, lolosnya Tanjung sebagai anggota DPRD serta Tahapan Bambang Sutopo yang merupakan bagian dari kubu R Eko Setyo Pramono disinyalir akan ada adu kekuatan untuk memperebutkan posisi pimpinan DPRD.

Namun begitu, tambah Adi jika kedua sosok tersebut dipaksakan jadi pimpinan, maka Gerindra Kota Bekasi tidak akan solid dan konflik internal partai akan berkepanjangan.

”Perlu sosok diluar dua orang tersebut untuk mengisi posisi pimpinan DPRD dari Partai Gerindra, kan masih ada Supandi, Murfati, Mustofa dan Puspa Yani,” ujar Adi.

”Untuk menjaga soliditas partai dan persiapan membangun akar rumput dalam menyambut Pilkada Kota Bekasi 2023, Gerindra Kota Bekasi punya peran penting dan menang saat pilkada mendatang,” lanjutnya. (pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker