Berita UtamaCikarangPublik

Penghuni Bangli Diminta Kosongkan Lahan

Penghuni Bangli Diminta Kosongkan Lahan 1
BERIKAN SURAT : Pegawai dari Perum Jasa Tirta (PJT) II memberikan surat teguran kepada penghuni yang rumahnya berdiri di atas lahan pengairan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (31/7). CR43/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Sebanyak 204 orang warga yang tinggal di bangunan liar (bangli) yang berada di bantaran Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan mendapatkan surat teguran pertama dari Perum Jasa Tirta (PJT) II, Rabu (31/7). Mereka diminta untuk membongkar bangunan dan mengosongkan lahan milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dikelola PJT II. Karena, bangunan tersebut berdiri tanpa izin dari pihak pemilik atau yang dikuasakan. Selain itu, disampaikan juga bahwa bangunan yang mereka dirikan berada tepat di bibir saluran yang dapat mengganggu operasi dan pemeliharaan selokan.

Hal tersebut tertuang dalam surat teguran bernomor S-Tgm-124/GM1.DOP.2.5/UW/07/2019 yang dilayangkan kepada penghuni bangli di RW 9, 11, 12, 21 dan 23, Kelurahan Bahagia.

Salah satu warga RW21, Kelurahan Bahagia, Yuni (44) mengaku terkejut saat pintu rumahnya diketuk oleh tiga orang pegawai PJT II yang langsung memberikan surat teguran untuk mengosongkan lahan tersebut.

Dia mengatakan, dirinya tidak tahu menahu bahwa rumahnya yang sudah puluhan tahun berdiri di atas lahan PJT II. ”Soal lahan ini saya tidak tahu menahu, yang tahu hanya suami saja. Kebetulan juga saat pihak PJT II memberikan surat teguran suami tidak ada di rumah sedang kerja, saya tinggal di sini sudah puluhan tahun, tahu-tahu dapat surat ini, ya kaget,” katanya kemarin.

Yuni menilai, pembersihan sampah di Kali Busa seharusnya tidak perlu membongkar bangunan warga setempat. Walaupun, diketahui bahwa, pengangkutan sampah di kali ini terkendala keberadaan bangli sehingga alat berat tidak bisa masuk.

”Ya kalau mau bersihkan sampah di kali ini kenapa harus dikait-kaitkan dengan rumah kita yang berdiri disini, bersihkan ya bersihkan saja,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Kelurahan Bahagia, Mawardi mengatakan, penghuni yang tinggal di atas lahan pengairan tersebut tidak perlu kaget. Karena, sebelumnya pemerintah daerah setempat sudah mendata ratusan bangli tersebut.

”Satpol PP kan sudah mendata mereka beberapa bulan yang lalu, kalau memang mereka penghuni punya surat-surat tanahnya silakan saja untuk menunjukannya, untuk proses pembongkaran sendiri nanti dari Satpol PP memiliki SOP, hari ini Satpol PP sedang melakukan rapat dengan pihak PJT II,” katanya.

Sekadar informasi, tumpukan sampah sepanjang 1,5 kilometer di kali ini kerap menjadi penyebab terjadinya banjir. Badan Musyawarah Warga (Bamuswa) Perumahan PUP menilai penumpukan sampah disebabkan karena penyempitan kali yang disebabkan keberadaan bangli. Sehingga, kali yang semula disebut memiliki 30 meter kini mejadi sekitar lima meter.(cr43)

Close