CikarangKriminal

Geng Cibitung All Star Ditangkap

Geng Cibitung All Star Ditangkap
BARANG BUKTI: Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara (dua kiri), bersama jajarannya menunjukan barang bukti berupa sepeda motor hasil rampasan saat ungkap kasus di Polres Metro Bekasi, Kamis (1/8). Sebanyak enam pelaku geng motor dibekuk petugas usai melancarkan aksinya sebanyak 11 kali di wilayah Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Polres Metro Bekasi menangkap enam orang anggota geng motor sadis Cibitung All Star. Mereka adalah NE (18), AF (18), W (17), D (20), SS (22), dan YS (17).

Keenam pelaku ini berhasil ditangkap setelah melakukan aksinya di depan rumah makan Bebek H.Slamet, Kampung Cibitung RT 009/013, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat. Sabtu (24/7) dini hari.

Petugas kepolisian menembak kaki enam pelaku ini karena mencoba melawan dan melarikan diri. Sehingga saat dibawa ke lobi Polres Metro Bekasi pelaku harus berjalan dengan bantuan rekan-rekannya (saling berpegangan).

Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Candra Sukma Kumara menjelaskan, penangkapan pelaku dilakukan pada hari yang sama setelah pihak kepolisian mendapat laporan adanya perampasan sepeda motor.

”Saat dilakukan penangkapan pelaku ini berusaha melawan, dan melarikan diri. Sehingga harus dilumpuhkan. Sebenarnya ada delapan pelaku, tapi dua orang lagi masih DPO dengan inisial BL dan MM. Kita sudah ketahui ciri-ciri dua orang pelaku ini,” katanya dalam ungkap kasus di Lobi Polres Metro Bekasi, Kamis (1/8).

Candra mengungkapkan, kelompok geng motor ini sudah melakukan aksinya sebanyak 11 kali di Kabupaten Bekasi. Bahkan aksi terakhirnya, mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Modus mereka selalu sama. Mulai dari memepet kendaraan, mendorong korban, dan langsung melukai korban dengan senjata tajam berupa celurit.

”Dari pelaku ini, kita dapatkan tiga celurit, ada sepeda motor, dan masih kita kembangkan sepeda motor hasil rampasannya dijual kemana. Mereka melakukan aksinya rata-rata malam hari,” jelasnya.

Hasil kejahatan para pelaku digunakan untuk dijual. ”Dari 11 TKP, mereka melakukan dengan kurun waktu dari enam bulan belakangan. Pelaku rata-rata masih remaja, dan ada dua orang yang berumur 17 tahun, pekerjaan sehari-hari serabutan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, pelaku SS yang juga sebagai ketua Geng motor Cibitung All Star mengaku, hasil rampasan dijual ke Karawang. ”Per orang bisa dapat Rp200 ribu,” ungkapnya.

Pelaku lainnya, Yayan menjelaskan, dia berperan sebagai pembacok korban. ”Saya bacok dua kali bagian punggung, dan saat korban tidak berdaya, langsung membawa motornya. Tapi saya nggak setiap aksi bagian membacok, hanya sekali aksi saja,” ucapnya.

Akibat aksinya, mereka dikenakan pasal 365 KUHP dan 368 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasaan dengan ancaman hukuman penjara mati, atau seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara.(pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close