Olahraga

Golf hanya Kantongi Tiga Tiket PON

Golf
SUMBANG SATU TIKET: Atlet golf asal Kabupaten Bekasi, Randy Arbenata berhasil mengamankan satu tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk Jawa Barat di PON Papua 2020. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jawa Barat hanya mengamankan tiga tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020, usai melewati babak kualifikasi (BK) PON, 30-31 Juli 2019 lalu.

Ketua PGI Kabupaten Bekasi, Erwin Zulkarnaen menilai, Jawa Barat yang menerjunkan delapan atlet di BK PON gagal meraih hasil maksimal.

”Hasilnya, untuk Jabar prihatin. Terpuruk. BK meloloskan yang pasti turun di PON XX/2020 Papua. Dari empat putra dan empat putri, Jabar hanya mampu mengamankan tiga tiket saja,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (1/8).

Erwin menyayangkan, hanya ada tiga atlet yang bakal mewakili Jawa Barat di cabang olahraga gol pada PON Papua 2020 nanti. Padahal target minimal bisa menerjunkan tujuh atlet. Namun harapan itu kandas usai tampil buruk di BK.

”Hanya tiga saja, maksimalnya tujuh yang dikirim yang memang pas untuk PON. Jabar memang gagal. Meloloskan saja gak mampu apa lagi memenangkan target,” tegasnya.

Lanjut Erwin, dari satu orang atlet putra yang lolos, otomatis hanya satu nomor yakni nomor individu. Sedangkan putri, masih bisa dibeberapa nomor seperti mixed, single dan double.

”Putra hanya main di nomor single. Kalau putri, dua sampai tiga (nomor). Itu masih bisa mengejar. Tapi sangat pas-pasan. Target sudah meleset jauh di Pra PON. Apa lagi menuju PON,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk memperebutkan satu tiket di kategori putra juga sangat sulit. Beruntung, atlet binaan Kabupaten Bekasi Randy Arbenata bisa meraih poin maksimal. Padahal di putra, empat atlet yang dikirim yang terdiri dari dua atlet asal Karawang, satu dari Bogor dan satu dari Kabupaten Bekasi terbilang cukup berkualitas.

”Dari Kabupaten Bekasi satu orang, dari Bogor satu dan dari Karawang dua. Yang lolos dari kita saja yang berhasil mengamankan tiket,” imbuhnya.

Erwin berharap, kualitas atlet binaannya bisa dipertahankan, agar bisa mempertahankan posisi. Karena, saat PON nanti perombakan strategi pastinya akan dilakukan Jawa Barat.

”Jadi yang sekarang hanyalah mengamankan tiket PON. Untuk atlet yang nanti akan turun di PON, ditentukan pada pencapaian selama Pelatda (pemusatan latihan daerah). Bila kemampuan Randy menurun, pastinya akan tergeser juga. Tapi, dengan mampu meraih tiket saja, saya sudah bangga dengan atlet binaan kita,” tukasnya.

Sekdar informasi, tiga penyelamat Jabar pada babak kualifikas (BK) PON, yakni di putra Randy dan dua putri Gianti Mahardika dan Ribka Vania. (dan)

Tags
Close