Berita UtamaPeristiwa

Pertama di Kota Bekasi

Rahman Rahim Masih Bisa Diselamatkan

Rahman Rahim Masih Bisa Diselamatkan
BAYI KEMBAR SIAM: Ibu kandung Rahman (kanan) dan Rahim (kiri), Ika Mutiasari (29) sedang menggendong bayi kembar siam saat ditemui di kediamanya Jalan Bintara Jaya 4 Gang Pojok RT04/ RW09 Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat.

RadarBekasi.id – Kasus kelahiran kembar siam dempet yang dialami oleh Pasangan suami istri Romi Darma Rachim (35) dan Ika Mutia Sari (30) merupakan kasus pertama di Kota Bekasi. Ya, anak ke tiga dan ke empat yang bernama Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rahim Al Ayyubi merupakan bayi kembar siam dempet.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Kamaruddin Askar memastikan, bayi kembar siam di Kota Bekasi merupakan yang pertama. ”Saya dengar ini ada, karena memang kasus kembar siam dempat sangat jarang sekali,” katanya kepada Radar Bekasi.

Menurutnya, balita tersebut masih berpeluang untuk bertahan hidup tanpa mengorbankan salah satu diantaranya jika menjalani operasi pemisahan. Keduanya diketahui masing-masing memiliki organ tubuh yang lengkap, hanya saja jantung dan hati mereka berdua dalam keadaan menyatu.

”Oh bisa itu. Masih besar peluangnya, kalau dua semua organnya bisa. Ada yang kembar siam bisa dipisah itu kalau dua semua organnya. Kalau organnya Cuma satu, impossible. Mau dikorbankan yang mana kan,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan operasi pemisahan kedua balita tersebut, menurutnya harus diperhatikan dari berbagai aspek disiplin ilmu kedokteran seperti dalam tim yang tergabung untuk memisahkan bayi yang terlahir dalam keadaan kembar siam.

Tim dokter yang menangani operasi pemisahan bayi kembar siam ini biasanya terdiri dari dokter ahli bedah, dokter ahli anak dan beberapa dokter ahli lainnya. Melihat tanda-tanda seperti masih bisa ditundanya operasi pemisahan keduanya ini membarikan sinyal kesempatan hidup untuk Rahman dan Rahim masih terbuka lebar.

Penuturan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati. Dia mengaku, di Kota Bekasi baru kali ini ada bayi lahir dengan kembar siam dempet. ”Baru pertama kali dua-duanya lengket,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya telah menyusun jadwal dalam rangka penanganan Rahman dan Rahim usai di intruksikan oleh Walikota Bekasi yang diketahui beberapa waktu lalu sempat mengunjungi kediaman bayi kembar siam tersebut.

Pihaknya juga sudah menyiapkan segala sesuatunya seperti ambulan untuk membawa kedua balita tersebut kontrol berikut jaminan biaya kesehatan keduanya. Hasil kontrol keduanya nanti akan menjadi bahan diskusi oleh tim yang telah dibentuk bersama dengan pihak  Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita.

Terkait dengan kesempatan hidup keduanya, Tanti belum bisa menjamin sebelum keluar hasil kontrol yang akan dilakukan oleh Rahman dan Rahim. ”Itu belum bisa saya sampaikan, karena saya harus ketemu dulu dengan tim RSAB,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, Rahman dan Rahim yang tinggal di Jalan Bintara Jaya 4 Gang Pojok RT04/ RW09 Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat tersebut lahir tepat pada tanggal 24 September 2018 diusia kehamilan delapan bulan hasil buah cinta Romi dan Ika. Organ tubuh keduanya memang lengkap namun dalam posisi menyatu yakni Jantung dan Hatinya. Saat ini keduanya urung dipisahkan karena masih menunggu saran dari dokter yang selama ini menangani nya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker