BisnisMetropolis

Uji Coba Tentukan Nasib PLTSa Sumurbatu

Uji Coba Tentukan Nasib PLTSa Sumurbatu
PENGECEKAN: Sejumlah pekerja ketika mengecek salah satu mesin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Uji coba PLTSa Sumurbatu yang berlangsung hari ini (2/8) rencananya akan dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Uji coba ini akan berlangsung selama dua hari yakni Jumat dan Sabtu.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kustantinah membeberkan uji coba yang dilaksanakan selama dua hari ini dilaksanakan bersama dengan tim Perpres 35 yang dipimpin oleh Kemenko Kemaritiman.

Diketahui, sejumlah perwakilan kementerian bakal hadir melihat proses uji coba PLTSa yang hingga sempat dipersoalkan karena urung beroperasi.

Tidak hanya kementerian, sejumlah pihak terkait seperti perwakilan PLN juga bakal hadir. PLTSa Sumurbatu akan di cek mulai dari aspek administrasi, teknis, lingkungan serta keselamatan kerja oleh tim.

Kelanjutan dari PLTSa akan diputuskan menunggu hasil dari Tim Perpres 35. ”Kalo aspek-aspek tersebut memenuhi maka lanjut test uji pembakaran dan uji menghasilkan listrik,” katanya, Kamis (1/8).

Terpisah, Kepala Bagian Kerjasama Setda Kota Bekasi, Nevindo menegaskan, keputusan kerjasama pengelolaan PLTSa Sumurbatu akan ditentukan melalui hasil uji coba.

”Lanjut (kalau berhasil), nanti bagaimana hasil evaluasinya (kalau gagal) dari tim pusat memberikan rekomendasi,” singkatnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bekasi.

Diwaktu yang lain informasi kehadiran dari Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin dibenarkan oleh Vice President Energi Baru dan Terbarukan Regional Jawa Bagian Tengah, Budi Mulyono.

”PLN tugasnya sederhana, hanya mengavaluasi studi kelayakan dan mengevaluasi studi interkoneksi sesuai dengan standar PLN, tapi itu juga harus memenuhi dulu standar di Kemenko Maritim,” ungkap Budi saat dihubungi Radar Bekasi.

Dua aspek yang menjadi bahan evaluasi tersebut harus dipenuhi oleh PLTSa Sumurbatu yang saat ini dikelola oleh PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) agar dapat segera ditindak lanjuti dalam bentuk perjanjian jual beli tenaga listrik setelah lolos kriteria yang dinilai oleh Kemenko Kemaritiman.

Jika lolos hasil evaluasi sesuai dengan standar PLN dan bisa diterima oleh jaringan PLN, maka pengelola tinggal membuat perjanjian jual beli.

”Apakah mesin itu bisa diterima oleh jaringan kami, kalau dua studi ini sudah memenuhi syarat tinggal membuat perjanjian jual beli tenaga listrik dengan perusahaan pengelola tenaga sampah itu sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 35 tahun 2019,” imbuhnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close