BekasiBerita Utama

Puluhan Wartawan Bekasi Lulus Uji Kompetensi

Puluhan Wartawan Bekasi Lulus Uji Kompetensi
FOTO BERSAMA: Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, para tim penguji dari Dewan Pers, dan wartawan, foto bersama usai kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Aula Nonon Sonthanie, Gedung Lantai 10 Kantor Walikota Bekasi, pada 31 Juli – 2 Agustus 2019.

RadarBekasi.id – Sebanyak 29 wartawan dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2019 yang dilakukan oleh Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) bersama Pemerintah Kota Bekasi. Rinciannya, 26 peserta jenjang muda dan 3 peserta madya.

Para wartawan setelah ini akan menerima sertifikat dan kartu kompetensi. Wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik, baik lokal maupun nasional ini lulus setelah mengikuti UKW oleh delapan tim penguji dari Dewan Pers di Aula Nonon Sonthanie, Gedung Lantai 10 Kantor Walikota Bekasi, pada 31 Juli – 2 Agustus 2019.

Adapun materi uji jenjang muda yakni rapat redaksi pelaksanaan, mengusulkan liputan, mencari bahan liputan acara terjadwal, wawancara cegat, wawancara tatap muka, menulis berita, menyunting berita, menyiapkan isi rubrik, membangun jejaring, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan hukum terkait Pers, dan rapat redaksi evaluasi.

Sementara materi uji jenjang madya yakni koordinasi liputan, analisa bahan liputan terjadwal, merencanakan liputan investigasi, menulis feature, menyunting berita, merancang isi rubrik, membangun jejaring, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan hukum terkait Pers Penyiaran dan Standar Program Penyiaran (P3SPS).

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, menyampaikan selamat kepada wartawan yang lulus uji kompetensi. Ia berharap, wartawan lebih profesional menjalani tugas jurnalistik.

”Tentunya wartawan juga bisa meningkatkan kompetensinya ke jenjang selanjutnya,” ujarnya, saat memberikan sambutan menutup kegiatan UKW.

Selain itu, para wartawan lain di Kota Bekasi diharapkan juga dapat mengikuti UKW tersebut.

Sementara, Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana, mengungkapkan UKW menjadi keharusan untuk diikuti oleh wartawan. Dengan mengantongi status kompeten, wartawan bisa mendapatkan perlindungan profesi.

”UKW ini sebagai bentuk perlindungan wartawan dan perusahaan (media) itu sendiri,” ujarnya.

Misalnya, ketika wartawan mendapatkan permasalahan seperti gugatan dari narasumber saat melakukan kegiatan jurnalistiknya, Dewan Pers dapat memberikan perlindungan hukum.

”Ketika ada kasus, teman-teman digugat, Dewan Pers bisa membantu,” ujarnya.

Menurutnya, narasumber berhak menolak kegiatan wawancara bagi wartawan yang belum kompeten. ”Narasumber boleh tidak melayani wawancara. (Ini) standar peraturan Dewan Pers,” tukasnya.

Salah satu peserta UKW, Fitriyandi Al Fajri (30), mengaku puas bisa lulus uji kompetensi. Bagi wartawan harian Warta Kota ini, UKW memberikannya ilmu dan pengalaman. ”Ilmu yang saya dapat dalam UKW, diantaranya bahwa wartawan tetap harus berpedoman pada kode etik jurnalistik. Kalau pengalaman, tentunya bisa belajar menulis lebih cepat,” ujar peserta jenjang muda ini. (oke)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close