Berita UtamaPendidikan

Cari Guru Khusus Inklusi Cukup Sulit

Guru
MENGAJAR : Guru SMPN 34 Kota Bekasi memberikan materi pelajaran kepada siswa berkebutuhan khusus. Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Dinas Pendidikan Kota Bekasi berusaha memenuhi kebutuhan guru untuk mengajar khusus di sekolah inklusi SMPN 34 Kota Bekasi.

”Kita upayakan agar SMPN 34 Kota Bekasi memiliki guru khusus inklusi. Tetapi memang memang membutuhkan proses yang cukup lama karena mencari guru khusus inklusi itu cukup sulit,” ujar Mawardi, melalui sambungan selulernya kepada Radar Bekasi, Senin (5/8).

Ia mengungkapkan, perekrutan guru khusus inklusi untuk mengajar di SMPN 34 Kota Bekasi, akan dilakukan pada tahun ini.”Kita upayakan tahun ini ada guru khusus untuk SMPN 34 kota Bekasi,” tukasnya.

Pada tahun ajaran 2019/2020, SMPN 34 Kota Bekasi menampung 14 siswa berkebutuhan khusus. Karena belum adanya guru khusus, pihak sekolah melibatkan tenaga pendidik reguler untuk proses belajar dengan pendampingan orang tua siswa masing-masing

“Konsepnya gini, jika siswa inklusi masih bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik dan kategorinya tidak terlalu parah itu masih bisa bersekolah di SMPN 34 Kota Bekasi. Tetapi jika tidak kami sarankan untuk memindahkan anak ke SLB,” tukasnya.

Sementara, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMPN 34 Kota Bekasi, Cucu Setyorini, bahwa pihaknya akan memaksimalkan pengajar bagi siswa inklusi. Meskipun setiap guru mengalami kesulitan masing-masing dalam menghadapi siswa inklusi di dalam kelas.

“Karena siswa Inklusinya sendiri bukan terdiri dari 1 kategori saja, tapi beberapa kategori siswa inklusi. Maka kami akan maksimal sistem pembelajaran bagi siswa Inklusi itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, guru memiliki metode pendekatan masing-masing kepada siswanya agar pelajaran yang diberikan mudah diterima dan dipahami. Yang terpenting, kata dia, guru harus banyak bersabar.

“Cara mengajar guru kan pasti berbeda-beda, jadi setiap guru punya penyesuaiannya sendiri kepada siswa Inklusi yang diajarnya. Intinya guru harus memiliki kesabaran yang lebih dalam mengajar,” tuturnya.

Salah satu guru di SMP 34 Kota Bekasi, Ficsa Wiliyanti, mengatakan tugas guru ialah memberikan ilmu kepada muridnya. Diakuinya, butuh kesabaran yang ekstra dalam mengajarkan siswa inklusi.

”Sebenarnya basic (kemampuan) kita itu sama, sama-sama memberikan ilmu kepada siswa. Jadi yang membedakan hanya membutuhkan kesabaran yang lebih, serta tidak membeda-bedakan siswa Inklusi,” pungkasnya. (oke)

Close