Cikarang

Pengangkutan Sampah Tak Sesuai Jadwal

Pengangkutan Sampah Tak Sesuai Jadwal
BERSIHKAN KALI: Sejumlah personil TNI masih melakukan pengangkatan sampah Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, secara manual, Senin (5/8). CR43/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Pengangkutan sampah di sisi utara Kali Busa, Perumahan Pondok Ungu Permai Sektor V, Kelurahan Bahagia tidak sesuai jadwal semula yang ditargetkan selesai kemarin, Senin (5/8). Hal itu dikarenakan keterbatasan petugas yang ikut membersihkan kali ini.

Pantauan Radar Bekasi, alat berat mulai melakukan pengangkutan sampah dibantu puluhan personil TNI yang melakukan pembersihan sampah secara manual menggunakan perahu, jaring, dan sebilah bambu.

Sekretaris Lurah Bahagia, Mawardi, mengatakan, pengangkutan sampah di sisi sebelah utara mulai dilakukan dengan melibatkan personil TNI dan menggunakan alat berat. Namun, petugas dari dinas terkait yang ikut dalam pengangkutan masih minim.

”Jadi planning yang dijadwal selesai hari ini mundur, kita sudah maksimalkan sampai alat berat masuk sejauh dua kilometer untuk menjangkau sampah kali busa sebelah utara,” katanya kemarin.

Dikatakan dia, sampah di Kali Busa tidak langsung diangkut. Namun, diletakan di sisi kali dan akan dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. ”Sisi bantaran kali busa kita berikan tanggul sementara menggunakan lumpur kali tersebut,” ucapnya.

Lanjut dia, pengangkatan sampah kali busa pada sebelah sisi utara tersebut akan dilanjutkan hari ini, Selasa (6/8). Penumpukan sampah sepanjang 200 meter akan kembali diangkut.

”Besok kita akan lanjutkan pengangkatan sampah, formasinya tetap sama dibantu personil TNI untuk dilakukan secara manual, yang penting sampah yang ada di sebelah sana bisa mengalir ke sini sehingga memudahkan alat berat untuk melakukan pengangkatan sampahnya,” tandasnya.

Diketahui, terdapat beberapa lahan pertanian di sekitar lokasi yang terdampak pengangkutan sampah. Pemerintah memberikan kompensasi berupa uang sebesar Rp200 ribu kepada para petani penggarap yang ada di lokasi tersebut.

Pemerintah Desa kini tengah berupaya untuk membuka jalur aliran air. Karena, terdapat pengendapan sampah di sejumlah titik kali yang dapat diinjak layaknnya tanah dan mengakibatkan sampah tertahan di lokasi tersebut.(cr43)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close