Metropolis

21 Bus Hibah Kemenhub Terbengkalai

21 Bus Hibah Kemenhub Terbengkalai
TAK KUNJUNG BEROPERASI: Warga melintas di samping bus hibah dari Kementerian Perhubungan yang terparkir di halaman kantor PDAM Tirta Patriot di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Selasa (7/8). Sebanyak 21 bus hibah kondisinya berdebu dan tak kunjung beroperasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RadarBekasi.id – Sebanyak 21 bus hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima Pemkot Bekasi akhir 2018 lalu hingga saat ini belum digunakan.

Sebanyak 20 bus rapid transit (BRT) dan 1 bus sekolah, dibiarkan teronggok di salah satu lahan perusahaan ’plat merah’ PDAM Tirta Patriot.

Bahkan, puluhan bus yang awalnya akan digunakan sebagai armada Trans Patriot itu disebut sudah tiga kali pindah lokasi penyimpanan.

Pertama bus sempat disimpan di komplek Asrama Haji Kota Bekasi, karena memasuki musim haji bus sempat dipindah ke komplek Stadion Patriot Candrabhaga.

Juni lalu bus akhirnya dipindah ke halaman BUMD PDAM Tirta Patriot di Jalan Perjuangan, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Pantauan Radar Bekasi 20 bus rapid transit (BRT)dan 1 bus sekolah di halaman PDAM Tirta Patriot terlihat tidak terawat. Bus dipenuhi debu dan terlihat kusam.

Ketika dikonfirmasi terkait bus hibah dari Kemenhub, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Supandi Budiman mengatakan, operasi secara teknis bus tersebut ada di Dinas Perhubungan. Pihaknya mengaku hanya melimpahkan aset saja.

”Kalau untuk pengoperasian nanti bisa ditanyakan langsung oleh Dishub dan Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP),” kata Supandi ketika dihubungi Radar Bekasi Rabu (7/8).

Untuk perawatan dan lainnya, menurut Supandi, itu sudah menjadi tanggung jawab PDMP karena pihaknya sudah memberikan bus tersebut kepada PDMP di bulan Juni 2019. Dia ingin bus yang sudah diberikan kepada PDMP bisa segera beroperasi secepatnya.

”Saya sih inginnya secepatnya di operasionalkan karena itu sebagai penyertaan modal yang diberikan kepada PDMP dari pemerintah Kota Bekasi. Kita berharap bus tersebut bisa dioperasikan agar bisa bermanfaat untuk masyarakat Kota Bekasi,” terangnya.

Terpisah, Direktur Utama PDMP Tubagus Hendra Suherman membenaran bahwa 21 bus itu baru diserahterimakan pada 11 Juni 2019.

”Ya saya menerima bus itu baru 11 Juni kemarin, saya diminta untuk mengelola tanpa subsidi tanpa apapun, mau komersial bus itu silahkan tidak ada bantuan dari pemerintah satu rupiah pun ya,” kata Tubagus.

Dia mengaku harus mencari partner untuk membiayai bus tersebut. 21 bus dijelaskannnya diserahkan oleh Provinsi Jawa Barat dari bulan Desember 2018 lalu tetapi baru diserahkan kepihaknya 11 Juni 2019.

Dia mengaku sempat tidak mau menandatangani pemberian bus dari BPKAD sebelum ada perbaikan surat termasuk Perwal, dan dasar hukumnya.

”Ya setelah revisi belum lama ini baru selesai, jadi saat di serahterimakan bus saat itu posisinya ada di Asrama Haji,” jelasnya.

Karena masuk musim haji pihaknya mengaku berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi dan PDAM TP untuk kembali memindahkan bus tersebut.

”Kita taruh lah bus tersebut di situ sampai sekarang ini, karena saya belum memiliki pool sendiri,” tambahnya.

Pihaknya menargetkan sebagian bus bisa beroperasi di tahun 2019 ini. ”Kita menyiapkan insfratrukturnya terlebih dahulu agar benar-benar bisa beroperasi maksimal,” imbuhnya.

Dia memastikan izin trayek dan KIR sedang di urus sebelum bus beroperasi. Jika sudah beroperasi bus akan dibagi empat trayek yaitu Sumber Arta, Sumarecon, HI dan Pondokgede.

”Kalau untuk anggarannya kita belum hitung nanti kita akan biscarakan lagi kepihak ketiga terkait itu, dan yang pasti bulan Agustus ini akan beroperasi,” ucapanya.

”Sementara ini bus yang terparkir memang belum ada perawatan hanya saja aki sudah dilepaskan agar jika dioperasikan bisa berjalan baik. Untuk bemper bus sekolah yang pecah memang sudah dari sananya seperti itu,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Bidang Angkutan dan Sarana pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Fathikun mengatakan, pihaknya ikut membantu adiministrasi dan kelengkapan dokumen agar bus tersebut segera beroperasi.

”Kita akan bantu administrasi agar 21 bus hibah tersebut segera beroperasi di Kota Bekasi,” kata Fathikun, kemarin.

Disinggung terkait perawatan fisik 21 bus hibah tersebut, pihaknya menegaskan bahwa perawatan oleh BPKAD dan PDMP.

”20 unit bus akan kita oprasionalkan di halte yang sudah ada, yang selama ini di lalui Trans Patriot. Kita pasti percepat jika STNK sudah selesai, barulah kita beroperasi kalau KIR itu sehari juga jadi karena tinggal kita urus saja,” imbuhnya.

”Ya paling lama 17 atau 18 Agustus ini sudah selesai dokumen-dokumen 21 bus tersebut agar segera beroperasi,” tukasnya (pay)

Close