CikarangLingkungan

Normalisasi Tak Dirasakan Warga

Habiskan Anggaran Ratusan Juta

Normalisasi Tak Dirasakan Warga
FA HL
SWADAYA : Operator alat berat mengeruk sampah dari Kali Bahagia di
Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/8). Normalisasi tersebut dilakukan secara swadaya. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Penumpukan sampah sepanjang 1,5 kilometer di Kali Busa, Sektor V Perumahan Pondok Ungu Permai, Kelurahan Bahagia menjadi perhatian sejumlah pihak. Ternyata, sebelum terjadi penumpukan, Pemkab Bekasi sempat melakukan beberapa kegiatan di kali tersebut dengan menggungakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi.

Radar Bekasi menelusuri situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bekasi (lpse.bekasikab.go.id) untuk mengetahui apa saja kegiatan Pemkab Bekasi di kali tersebut. Hasilnya ditemukan lima paket kegiatan di kali ini. Namun lokasinya bukan di Kelurahan Bahagia melainkan di Desa Babelan Kota.

Kegiatan Pemkab Bekasi di kali tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2016 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang berbeda-beda. Pada APBD tahun 2016 terdapat kegiatan DED Normalisasi Kali Busa dan Kali DT 8 (pengerukan) dengan HPS sebesar Rp125,6 juta.

Kemudian, pada APBD tahun 2018 terdapat tiga kegiatan. Pertama, Normalisasi Kali Busa Desa Babelan Kota Paket 1 dengan HPS sebesar Rp363,9 juta dan terdapat keterangan evalusi ulang. Kedua, dengan nama paket Normalisasi Kali Busa Desa Babelan Kota Paket 2 dengan HPS sebesar Rp307 juta. Kemudian yang terakhir Normalisasi Kali Busa Desa Babelan Kota Paket 3 dengan HPS sebesar Rp307 juta. Selain itu, juga terdapat kegiatan Pengerukan Lumpur/Tanah Normalisasi Kali Busa pada APBD 2019 dengan HPS sebesar Rp500 juta.

Kendati sudah dianggarkan, penumpukan sampah Kali Busa sempat terjadi dari Kelurahan Bahagia sampai Desa Babelan Kota. Bahkan, di Desa Babelan Kota sampah terlihat seperti daratan. Sehingga harus menggunakan alat berat untuk mengangkat sampah keluar dari kali tersebut.

Warga Kampung Pulo Timaha, Desa Babelan Kota, Umin (47), mengatakan, dirinya tidak pernah mengetahui adanya normalisasi di kali tersebut. Warga setempat, kata dia, justru kerap terdampak limpasan Kali Busa karena air tidak mengalir dan tersendat di sampah yang menumpuk seperti daratan.

”Sampai saat ini belum ada perhatian atas kondisi kali ini, sudah puluhan tahun juga belum ada yang namanya normalisasi,” tuturnya.

Senada, Ketua RW 30, Kelurahan Bahagia, Tugimin, menyatakan, dia belum pernah mendapatkan informasi terkait dengan kegiatan tersebut. ”Saya belum pernah dengar, setahu saya, kalau di grup kelurahan, waktu itu hanya turap saja di RW 21 dan 23, kalau normalisasi kita belum pernah dengar,” katanya

Terpisah, Camat Babelan, Deni Mulyadi juga mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan normalisasi Kali Busa di Desa Babelan Kota. ”Saya tidak tahu terkait normalisasi kali busa yang berada di Desa Babelan Kota itu yang dikerjakan Dinas PUPR hingga paket tiga tersebut, karena tidak masuk ke kita terkait kegiatan normalisasi itu dan pemborongnya juga diam-diam saja tidak ngomong ke kita,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pengangkutan sampah Kali Busa dari Kelurahan Bahagia sampai Desa Babelan Kota yang saat ini dilakukan tidak menggunakan APBD. Tapi, warga bersama dengan aparat pemerintahan setempat swadaya untuk keperluan makan, minum, membeli bahan bakar dan membayar operator alat berat.

”Kegiatan ini murni swadaya termasuk uang pribadi saya serta masyarakat setempat untuk makan, minum, bensin dan upah operator alat  berat, jadi tidak memakai APBD, tetapi dana non-budgeter diluar anggaran APBD,” ungkapnya.

Sementara itu, Terpisah, Kepala ULP Pemkab Bekasi, Akhmad Yanyan, menuturkan, pelaksanaan kegiatan lelang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi memang ada dengan judul TPT Kali Sepak/Kali Busa Paket I dengan total anggaran Rp325 juta. ”Untuk kegiatan lelangnya memang ada, namun dikerjakan atau tidaknya silahkan tanya pada dinas teknis,” singkatnya saat dihubungi.

Terisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Nur Haidir, menuturkan, normalisasi Kali Busa telah dilakukan dalam tiga kegiatan pada 2018. ”Memang ada tiga kegiatan, namun untuk anggarannya saya kurang hafal. Karena masalah angka perlu lihat data ya,” ujarnya.

Dia memaparkan, untuk wilayah yang dinormalisasi berada di Desa Babelan Kota, tepatnya dari Desa Babelan Kota ke arah Pulo Timaha Croos Jalan Kabupaten Perumahan Pulo Indah hingga Desa Kedung Jaya. ”Pekerjaan Normalisasi  dari Jembatan Baru Rawa Gambus sampai Jembatan Kedung Jaya sepanjang  lima kilometer, untuk satu titik itu sekitar Rp300 jutaan yang dianggarkan pada tahun 2018,” ujarnya.

Untuk lanjutan tahun ini, Haidir menuturkan, normalisasi akan kembali dilakukan dari Jembatan Mutiara Gading City, Desa Kedungjaya ke arah sampah yang berlokasi di Kelurahan Bahagia dengan anggaran sebesar sekitar Rp450 juta. ”Normalisasi gulma tanaman liar dan sedimen, serta kalau ada sampah menjadi prioritas pengangkutan,” katanya.

Saat ditanyakan terkait masih banyaknya sampah dilokasi kali tersebut, Haidir menuturkan, normalisasi masih dalam lanjutan yang diselesaikan secara bertahap. Dia juga menyebutkan, pelaksanaannya dilaksanakan sesuai administrasi melalui LPSE di Unit Lembaga Pengadaan (ULP) Pemkab Bekasi. ”Semua telah kami kerjakan pelaksanaannya secara bertahap, dan untuk pelaksanaan kegiatannya melalui LPSE dari ULP,” jelasnya.(cr43/neo/and)

Close