Berita UtamaCikarang

Pemuda Tagih Janji Kades Sukawangi

sukawangi
Pengendara sepeda motor sedang melintas di depan kantor Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi.

Radarbekasi.id – Sejumlah pemuda di Kampung Kalen-Keramat, Desa Sukawangi menagih janji kampanye Kepala Desa Sukawangi, Sekam Asmawi untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Tokoh pemuda di Kampung Kalen-Keramat, Mirta Sutiarja, mengatakan, kades setempat sempat menjanjikan pemngembangan Bumdes sebagai program100 hari kerja. Tapi, hal tersebut tak kunjung terelaisasi padahal sudah menjabat hampir satu tahun.

”Sekarang kita (pemuda) mau nagih janji kepala desa. Kita minta BUMDes dijalankan, jangan hanya omong doang setelah menjabat lupa, sekarang sudah mau satu tahun. Artinya, sudah lewat 100 hari kerja,” ujar pria yang akrab disapa Gebok ini, Rabu (7/8).

Pemuda yang merupakan mahasiswa di Universitas Islam 45 Bekasi ini menjelaskan, pengembangan Bumdes dapat memberikan dampak positif bagi warga setempat. Oleh karenanya, para pemuda meminta agar janji tersebut segera direalisasikan.

”Kita juga tidak hanya minta, tapi kita juga sudah buat konsepnya, yang pasti akan ada income (pendapatan) untuk desa. Kita hanya ingin pemuda dan masyarakat bisa ada penghasilan tambahan. Kita disini bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Sukawangi, Ikbal, menuturkan, pihaknya sudah mendorong agar BUMDes dapat menjadi program kerja tahun ini. Namun, belum direaliksasikan oleh pemerintah desa.

”Kita tidak tahu apa alasannya, karena saat ditanya sekdes (sekretaris desa) mungkin tahun besok dibentuk. Untuk anggaran yang sudah masuk ke desa anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sama anggaran alokasi dana desa (ADD),” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sukawangi, Sekam Asmawi, menjelaskan, dirinya baru berencana untuk membuat BUMDes. Menurutnya, dibutuhkan persiapan untuk membuatnya. Seperti, harus melihat terlebih dulu apa yang akan dikelola untuk BUMDes tesebut.

Terkait dengan janji 100 hari kerja, ia mengklaim, untuk program 100 hari sudah dijalankan seperti pembuatan saluran air, normalisasi, pengairan, rehab kantor desa, makam umum, dana untuk kematian. Namun, dia tidak menyinggung perihal BUMDes yang disebut pemuda setempat sebagai program 100 hari kerjanya.

”Baru rencana saya bentuk bumdes, yang tepat untuk dikelola itu apa untuk BUMDesnya. Belum bisa ditentuin kapan bisa dijalankan. Nih saya lagi ngusulin ke provinsi, ada teman dekat disana, sudah saya ajuin proposalnya, ternak kambing dan ikan,” ucapnya. (pra)

Close