Pendidikan

Pesan Film Pendek Karya Siswa SMAN 11 Garut

Meskipun Banyak Perbedaan, Kita Tetap Harus Bersahabat

Senjang
ILUSTRASI: Film pendek berjudul Senjang merupakan karya siswa SMAN 11 Garut.Istimewa

Radarbekasi.id – Perbedaan adalah rahmat Tuhan. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh siswa SMAN 11 Garut melalui film pendek berjudul Senjang.

Film pendek berdurasi 3 menit 52 detik ini baru saja dirilis pada Senin (5/8). Karya tersebut juga menyabet juara II dalam Festival Literasi dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Garut yang digelar beberapa waktu lalu.

Pembina Ekstrakurikuler (ekskul) Sinematografi SMAN 11 Garut, Abi Laksono menjelaskan, tema film tersebut disesuaikan dengan tema yang diangkat pada FLS2N, yakni keberagaman dan toleransi.

”Sesuai judulnya, film ini menceritakan tentang kesenjangan di sekolah, antara siswa yang ekonominya berkecukupan dan kurang. Kita juga sisipkan twist lainnya, yakni toleransi beragama,” ujarnya, seperti dikutip dalam resmi Disdik Jabar, kemarin.

Tidak seperti film kebanyakan, pesan dalam film itu secara keseluruhan disampaikan melalui bentuk visual, bukan dialog. Selain mencoba pendekatan berbeda, waktu penggarapan yang sebentar menjadi penguat dalam mengambil konsep tersebut.

”Karena keterbatasan waktu, siswa belum bisa mendalami peran dengan maksimal. Jadilah diambil konsep seperti ini,” katanya.

Meski diganjar penghargaan, ia dan siswanya tidak berpuas diri. Guru Kesenian itu menargetkan film pendeknya dapat melangkah ke FLS2N tingkat provinsi tahun depan. ”Kita akan menambah banyak referensi film. Mudah-mudahan, ke depan bisa mengadakan pelatihan yang diisi oleh ahlinya,” harapnya.

Salah seorang tim produksi film, Mohammad Iqbal Indra Prasatria, mengungkapkan proses pembuatan film. Berperan sebagai penata fotografi, Iqbal mengaku harus bekerja ekstrakeras agar pesan dalam film dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.

”Karena enggak ada dialog, jadi tambah sulit. Backsound harus benar-benar disesuaikan dengan video yang akan diedit agar penonton terbawa suasana,” tutur siswa kelas XI tersebut.

Iqbal menuturkan, awalnya film tersebut diproyeksikan sebagai film miniseri yang akan diunggah di YouTube. Namun setelah berdiskusi dengan pihak sekolah, proyek tersebut diarahkan untuk dilombakan di FLS2N. ”Mulailah dari awal kita buat skrip sama-sama dengan pembina. Enggak nyangka juga bakal dapat juara,” ujarnya.

Sementara itu, pemeran film, Ratna Wulandari Suryani mengungkapkan kebanggaannya karena terlibat dalam karya tersebut. ”Pastinya bangga banget dengan prestasi yang diraih karena bisa membanggakan sekolah. Hasil memuaskan ini enggak lepas dari kerja keras aku dan tim,” katanya.

Anggota Ekskul Teater itu menuturkan, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari film tersebut, khususnya mengenai keberagamaan. ”Meskipun banyak perbedaan antara siswa, kita tetap harus bersahabat, menghormati kepercayaan masing-masing, dan saling membantu jika ada yang kesusahan serta harus toleransi satu sama lain,” tukasnya. (oke/ist)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker