Berita UtamaCikarangEkonomi

Revitalisasi belum Terealisasi

BELUM TEREALISASI: Pertokoan Pasar Lama Cikarang di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (9/8). Rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk merevitalisasi lima pasar di Kabupaten Bekasi belum terealisasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Revitalisasi Pasar Cikarang masih belum terlaksana. Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi belum dapat memastikan kapan revitalisasi tersebut dieksekusi.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Andri, menuturkan, pihaknya masih melakukan penghitungan anggaran untuk pelaksanaan revitalisasi di pasar yang kondisinya sudah cukup parah itu. Selain itu, pihaknya juga masih melakukan pendataan pedagang yang ada di Pasar Cikarang baik yang ada di dalam dan yang ada disekitar pasar.

”Pasar tetap kami rencanakan dikelola oleh pihak ketiga, namun dalam hal ini para pedagang juga harus dilibatkan, supaya ada kesepakatan melalui musyawarah,” katanya kemarin, Jumat (9/8).

Andri menyampaikan, pihaknya mengajak para pedagang untuk bermusyawarah tentang harga sewa kios. ”Kami revitalisasi pasar untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bekasi, dan masyarakatnya harus merasakan pertumbuhan itu,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bekasi, Daris, menuturkan, revitalisasi dapat dilaksanakan pada penggunaan Anggaran Perubahan.

”Soal pasar kami sudah pernah lakukan pembahasan, sebab masalah Pasar Cikarang ini sudah beberapa tahun tak juga dapat tersolusikan,” katanya.

Pihaknya menekankan, kepada dinas teknis untuk dapat memaksimalkan pengelolaan pasar tradisional. Karena selain tempat pertumbuhan ekonomi masyarakat, keberadaan pasar juga bisa membuat Pemerintah Daerah mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi.

”Jadi apabila pasar terkelola dengan baik, dan fasilitasnya mendukung. Tidak hanya masyarakat yang diuntungkan, melainkan pemerintah juga dapat manfaatnya. Yakni PAD, dimana pasar itu ada retribusi parkir, kebersihan, dan sewa toko, serta pengelolaan Mandi Cuci Kakus (MCK) sebagai sumber PAD,” katanya.(and)  

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 4 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker