Berita UtamaMetropolisTransportasi

Truk Terobos Portal Dishub

Baru Sehari Dipasang Langsung Rusak

DITABRAK: Sebuah truk melintas di depan palang besi pembatas di Kawasan Kalimalang, Bekasi Barat, Jumat (9/8). Palang besi yang ditujukan untuk membatasi kendaraan bermuatan berat itu rusak akibat ditabrak truk. RAIZA SEPTANTO/RADAR BEKASI

RadarBekasi.id – Belum sampai 24 jam, portal yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi untuk menghalau truk dan kontainer bertonase besar rusak.

Diduga, truk sengaja menerobos portal yang dipasang di dekat Kota Bintang menuju Jalan KH Noer Alie, Kalimalang, Bekasi Barat, Jum’at (9/8) dini hari.

”Sosialisasi kan dulu sudah pernah, ternyata kita pasang nggak bertahan lama, pas jam satu sampai jam tiga (malam) di tabrak kontainer. Berarti kan benar masyarakat juga menyampaikan banyak truk melintas di malam hari ketika kemacetan di tol Cikampek,” jelas Kasi Pengendalian Operasional Dishub Kota Bekasi, Bambang Normawan Putra.

Pantauan Radar Bekasi Jum’at (9/8) siang kemarin, tepatnya di pintu masuk menuju jalan KH Noer Alie Kota Bintang, Bekasi Barat tiang pembatas bagian atas sudah tidak berada dilokasi.

Padahal sebelumnya, posisi tiang dikunci menggunakan rantai dan gembok. Saat ditemukan oleh petugas pada pagi hari dalam kondisi bengkok diduga akibat benturan dan berada di sisi jalan tidak jauh dari tiang portal.

Portal tersebut baru saja dipasang satu hari sebelumnya yakni Kamis (7/9) pukul 11.00. Dishub berencana kembali memasang portal seperti semula.  Jika kejadian serupa terulang, pihaknya berencana memasang CCTV disekitar lokasi.

High grade itu kan kalau dipasang, resikonya kalau ditabrak itu yang nabrak yang hancur. Nah takutnya kecelakaan. Kalau ini kan kita peringatan, sampai mereka tahu. Kalau memang masih di tabrak juga kita pasang CCTV, kalau di tabrak kita punya rekaman,” tambahnya.

Terpisah, Kabid Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan menjelaskan, portal yang dipasang untuk membatasi truk memiliki tinggi 3,8 meter.

Pemasangan portal dilakukan setelah melihat kondisi Jalan KH Noer Alie yang sempat menjadi perhatian publik akibat rusak di beberapa bagian jalan. Kondisi itu ditengarai karena kendaraan yang melintas utamanya pada malam hari tidak sesuai dengan kapasitas jalan.

Pasalnya, Jalan KH Noer Alie sendiri melintas lima sipon milik PDAM serta rekayasa lalu lintas yang sedang dilakukan di simpang Ahmad Yani terkait dengan kelanjutan pembangunan tol Becakayu.

Sebelumnya pemasangan rambu larangan melintas bagi kendaraan bertonase besar diakui tidak berjalan efektif terutama pada malam hari saat petugas tidak berada dilapangan.

Pada hari pertama pemasangan portal, petugas berjaga di portal pembatas jalan hingga pukul 21.00.

”Adapun lokasi pemasangan pembatas ketinggian terletak disisi pintu masuk Jorr Cikunir, sehingga apabila terdapat kendaraan berat keluar dari pintu tol kranji akan masuk kembali ke jalan tol,” ungkapnya. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 3 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker