Berita UtamaLingkungan

Sampah Impor Berceceran

RadarBekasi.id – Keberadaan sampah Impor di Kabupaten Bekasi yang dikelola oleh sebagian warga, ternyata sudah berlangsung lama. Namun ironisnya, keberadaan sampah impor tersebut berceceran dibeberapa tempat, khususnya wilayah menuju TPA Burangkeng.

Kepala Desa Burangkeng Nemin mengakui, sampah impor yang tercecer di wilayah merusak pemandangan dan lingkungan. ”Kalau sampah impor memang ada tercecer, karena menurut saya itu merusak lingkungan. Saat itu saya lapor ke Dinas Lingkung Hidup, namun saya bukan masalah sampah impornya melainkan kok sampah tercecer diluar TPA Burangkeng. Dan Alhamdulillah ditindaklanjuti hingga sekarang tidak ada yang buang sembarangan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengelola sampah Impor Iin Farihin menampik jika sampah yang dikelolanya berceceran. ”Saya buka ya, saya itu gak pernah buang tercecer diluar. Tapi ada oknum elemen masyarakat yang ingin mencari keuntungan. Jadi mobil truk saya kalau ke TPA itu sudah ada yang nunggu, setelah timbang bayar retribusi mobil dibelokin limbahnya dibuang diluar untuk dikelola,” kisahnya.

Singkat cerita, Iin mulai mengetahui hal itu, dan juga kepala UPTD TPA Burangkeng, lantaran untuk kepentingan ekonomi masyarakat dirinya tidak terlalu mengindahkan. Namun lantaran terlihat sampah tercecer dan menjadi polemik, ia mulai ada berfikir memutar otak untuk kepentingan bisnisnya dan kepntingan ekonomi masyarakat.

”Jadi seperti itu ceritanya, kalau saya itu buang ke TPA terus. Dan bayar retribusi, dan setahu saya juga tidak ada yang melarang selama kelolanya baik sampah impor dibuang ke TPA,” ujarnya.

Lantaran banyak orang yang mengganggu bisnisnya yang bergerak dibidang limbah ini, Iin mulai berfikir untuk mengelola limbah sendiri hingga membuka gundang sampah beberapa tempat yang luasnya ribuan meter.

”Saya jujur mulai kurang nyaman buang ke TPA semenjak ada hal-hal yang dapat merugikan usaha dan mitra saya, oleh sebab itu saya bikin pengelolaan sendiri. Alhasil saya dapat mengerjakan ribuan pekerja sebagai pemilah limbah,” terangnya.

Iin mengakui apabila sampah yang ada di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah miliknya. Dia menjelaskan, dari pembuangan tersebut hingga tercecer di luar TPA lantaran ada beberapa pihak yang ingin mencari keuntungan. ”Saya mebuang itu ada dasarnya. Saya ini pengusaha limbah, namun dalam hal ini juga tidak mencari keuntungan semata, melainkan bagaimana untuk turut menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dia mengakui memiliki izin usahanya dalam pengelolaan limbah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi. Selembaran surat itulah yang menjadi legal Iin dalam mengelola limbah. Dengan Nomor: 503.22/KEP.024- DPMPTSP/IV2018 tentang Tentang Izin Pemanfaatan Limbah non B3 yang bernilai ekonomis.

Surat tersebut, juga bertuliskan surat permohonan izin pemanfaatan limbah padat bukan berasal bahan berbahaya beracun (b3) yang bernilai ekonomis dari CV. Bintang Kali Jaya. Dan surat pernyataan kesepakatan/perjanjian kerjasama limbah padat non b3 dengan PT Fajar Surya Wisesa Tbk.

”Jadi secara administrasi saya tempuh, bahwa saya dengan PT Fajar ini bermitra. Dimana sampah impor itu menjadi bahan dasarnya, dan sisanya diserahkan kepada saya untuk dikelola lagi,” ujarnya panjang lebar.

Untuk menghindari pengelolaan limbah yang dapat mencari lingkungan, Iin mengaku bekerjasama dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Ia juga membeberkan, surat izin dari Dinas Lingkungan Kabupaten Bekasi. Memilih TPA sebagai mitranya, lantaran dinilai TPA Burangkeng adalah pengelola sampah secara legal dan diatur oleh pemerintah daerah.

”Jadi dulu awalnya saya buang sampah hasil kelolaan dari PT Fajar langsung ke TPA Burangkeng, dan ini juga saya legal ada izinnya, selain itu juga bayar retribusi secara resmi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Ia juga memaparkan surat izinnya kepada Radar Bekasi, kata Anggota DPRD Kabupaten Bekasi terpilih periode 2019-2024 ini. Melalui Surat Keterangan Pembuangan Sampah ke TPA. Nomor : 660.2/1758/Bsih/DLH/2018. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menerangkan, kepada Veranita, nama perusahaan PT Bintang Kalijaya.

Dimana dalam surat tersebut bertuliskan, sehubungan dengan permohonan surat keterangan saudara perihal rekomendasi / izin pembuangan sampah ke TPA. Serta mengikuti ketentuan yakni melaksanakan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dan juga melaksanakan kewajiban perihal retribusi sebagaimana diatur dalam Perda nomor 06 tahun 2011.

”Saya harap ramainya sampah impor di media belakangan ini menjadi titik terang perbaikan lingkungan dan perhatian semua pihak. Sebab saya ini berizin dan bayar pad, dan saya akui dalam pengelolaan ini memang belum maksimal banget, tapi tetap berjuang untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Radar Bekasi pun, diberi kesempatan untuk melongok gudang limbahnya yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cikarang Utara. Dimana dilokasi tersebut, sampah yang dibawa dari PT Fajar Paper langsung kelolanya dengan mesin. Serta disana dirinya juga dapat mempekerjakan warga sekitar sebanyak 160 orang.

”Bisa dilihat, sebenarnya sampah yang saat ini tercecer di luar TPA Burangkeng. Sebenarnya sampah laku, ada nilainya. Karena warga sekitar saat itu tau nya untuk kepentingan sendiri, tidak bisa kelola makanya dibuang,” ujarnya seraya mengatakan kalau sedang tidak ramai, dirinya berani untuk mengambil sampah tersebut untuk dikelolanya menjadi nilai uang.

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Burangkeng, Maulana saat disambangi Radar Bekasi, dikantornya tidak ada ditempat. Saat dihubungi, Maulana tidak banyak bicara. ”Iya memang sebelumnya ada buang di TPA, itu Bang Iin Farihin. Namun setelah ramai-ramai kita stop,” singkatnya saat dihubungi Radar Bekasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegak Hukum Dinas Lingkungan Hidup, Arnoko belum mau komentar. ”Nanti saja ya, itu ceritanya panjang, harus ketemu untuk saya beri penjelasan,” singkatnya saat dibubungi akhir pekan lalu.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − nine =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker