Pendidikan

10.000 Dosen Tetap Mengajar di Bekasi

ILUSTRASI: Salah satu dosen saat mengajar di salah satu kampus di Kota Bekasi. ADI Bekasi Raya mengungkap jumlah dosen tetap yang mengajar di wilayahnya mencapai 10.000 orang. Istimewa

Radarbekasi.id – Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Bekasi Raya mengungkap jumlah dosen tetap yang mengajar di wilayahnya mencapai puluhan ribu orang.

”Ada 10.000 dosen tetap yang mengajar di Bekasi Raya,” ujar Ketua ADI Majelis Pengurus Daerah (MPD) Bekasi Raya, Wawan Hermansyah, melalui sambungan selulernya, Senin (12/8).

Puluhan ribu dosen tersebut mengajar di 57 perguruan tinggi swasta (PTS) yang berada di kota maupun kabupaten Bekasi. Menurutnya, jumlah 10.000 dosen sudah ideal dengan jumlah perguruan tinggi yang ada.

Ia berasumsi, jika rata-rata satu sekolah tinggi membutuhkan 100 tenaga pengajar, maka dosen yang dibutuhkan untuk 57 PTS berjumlah sekitar 5.700 orang. ”Belum lagi dosen untuk Universitas, seperti Unisma, Bhayangkara yang prodinya lebih banyak. Jadi (10.000 dosen,red) sudah ideal,” tutur dosen STMIK Bani Saleh tersebut.

Dari 10.000 dosen, 6.000 dosen diantaranya merupakan anggota ADI Bekasi Raya. Seluruh anggotanya merupakan pengajar bergelar master (S2), sementara bergelar doktor (S3) berjumlah sekitar 1.200 dosen atau sekitar 20 persen.

Para dosen yang ada saat ini rata-rata mengajar 3 – 4 PTS. Diketahui, sebuah perguruan tinggi diperbolehkan ”mencomot” dosen tetap dari perguruan tinggi lain yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Akan tetapi dosen yang bersangkutan tidak boleh ada keterikatan dengan kampus yang ”mencomotnya”.

Misalnya, seorang dosen yang telah menjadi dosen tetap di salah satu kampus dan memiliki NIDN, diperbolehkan mengajar di kampus lain, tetapi tidak sebagai dosen tetap

”Peraturannya dosen sebenarnya hanya boleh mengajar disatu tempat (kampus). Namun boleh mengajar di kampus lain jika kewajibannya mengajar 8 SKS sudah terpenuhi di home base (asal perguruan tinggi), dan mendapatkan izin dari atasannya,” paparnya.

Menurutnya, dosen yang mengajar di beberapa kampus memberikan keuntungan bagi lembaga maupun dosen itu sendiri. Bagi dosen, keuntungannya bisa mendapatkan penghasilan tambahan, membangun jaringan, dan kepercayaan diri.

”Bagi lembaga tentunya memberikan nilai tambah kalau dosennya banyak berkiprah, bisa diperdayakan,” tukasnya.

Salah satu dosen Unisma Bekasi, Riskha Ayu Rindiatika mengaku, kesempatannya untuk mengajar di kampus lain masih terbuka luas meskipun ada 10.000 dosen tetap yang mengajar di Bekasi. Namun diakuinya cukup berat karena untuk bisa mengajar di kampus lain berdasarkan faktor kedekatan.

”Kampus itu kebanyakan mempekerjakan dosen karena faktor kenal,” ungkap Riskha. (cr46/oke)

Close