Jurnalisme WargaOpini

Polantas Oh Polantas

Oleh: Dr. Edi Saputra Hasibuan

Radarbekasi.id – POLISI Lalu Lintas atau yang dikenal dengan Polantas belakangan ini begitu banyak disorot publik. Bhayangkara negara ini dikenal memiliki tugas berat di isntitusinya. Selain dihadapkan dengan tugas berat, resiko kerjanya juga begitu tinggi. Setiap saat maut mengintainya di jalanan.

Dalam menjalankan tugas, Polantas langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat. Setiap hari, tempat mereka ada di jalan yang lancar hingga jalan macet dan rusak. Mereka rata-rata berangkat pukul 04.00 WIB pagi sebelum masyarakat bangun dan berangkat kerja. Karena tugasnya membuat masyarakat sebagai pengguna jalan aman dan nyaman serta selamat sampai tujuan.

Melihat rutinitasnya setiap hari, Polantas ini seakan tidak mengenal lelah, siang atau malam dia hadir di jalan. Polantas juga tidak mengenal cuaca, apakah itu panas atau hujan. Saat panas terik, Polantas harus selalu siap mandi keringat dengan bau badan menyengat akibat debu jalanan dan bau asap kendaraan.
Polantas harus tampil prima mengatur jalan dengan pluit di bibir sambil memberi aba-aba. Ketika hujan turun dan terjadi banjir, Polantas juga harus hadir melayani dan melindungi bahkan harus menolong masyarakat. Tidak jarang mereka ikut mendorong mobil warga yang mogok dan tidak jarang terlihat menyebrangkan pelajar yang berangkat sekolah.

Artinya, kehadiran Polantas begitu penting dalam kehidupan kita. Bisa dibayangkan apabila sehari saja polisi absen bertugas di ibukota, maka lalulintas bisa dipastikan akan amburadul dan acak adut. Bisa dibayangkan, pengumpulan pajak kendaraan dari rakyat juga akan macet yang berimbas pada pembangunan.

Suka atau tidak suka, peranan polisi dalam kehidupan kita menjadi sangat penting. Karena polisi itu penjaga kehidupan manusia, polisi itu pembangun peradapan serta polisi itu pejuang dan penolong kemanusiaan. Singkat kata, peranan polisi begitu banyak mengurus seluruh aktivitas manusia, mengurus kehidupan kita sebagai masyrakat.

Tapi, walau kinerjanya berat, bukan berarti Polantas selalu dipuji masyarakat. Selalu disanjung rakyat. Kenyataanya, setiap waktu kritikan, cacian, omelan dan cercaan sering dialamatkan kepada Polantas.

Saat Polantas dimaki bahkan dicaci, Polantas tidak boleh marah. Walau Polantas diperlakukan tak senonoh, Polantas tidak boleh membalas, apalagi dendam dan dia harus sabar.

Kita paham, publik ingin Polantas selalu baik. Masyarakat ingin Polantas cepat hadir bila terjadi macet dan rakyat ingin Polantas bekerja jujur, profesional tanpa ada penyimpangan. Ini semua menjadi harapan publik untuk Polantas, sang pahlawan jalan raya.

Kita paham, Polantas bukanlah malaikat. Polantas adalah manusia yang tidak sempurna. Polantas memiliki keluarga dan juga anak-anak. Polantas sama dengan kita. Artinya, baik buruknya Polantas adalah cerminan budaya dari kita sendiri sebagai masyarakat. Kita jangan lelah ingatkan Polantas bekerja semakin baik. Tapi kita juga sama-sama tertib berlalulintas di jalan raya.

Jangan kita ajak polisi berkolusi di tengah jalan serta jangan lagi ada Polantas yang diseruduk hingga keselamatan jiwanya terancam. Karena Polantas ini juga bagian dari kita sebagai masyarakat. Ingat, Polantas kinerjanya bagus karena masyarakatnya bagus.

Kasus Polantas diseruduk pengguna jalan di Jalan Pasir Kaliki, Bandung, beberapa waktu lalu tentu sangat kita sesalkan. Kasus Itu menyakitkan kita semua. Peristiwa itu membuat kita prihatin sebagai masyarakat.

Peristiwa naas yang dialami Brigadir Natan, anggota Polresta Bandung, tidak boleh terjadi lagi. Cukuplah itu peristiwa terakhir. Kita harus menghormati para penegak hukum.

Begitu juga kasus yang dialami Bripda Saifulah, anggota polantas Polres Gowa yang sedang bertugas di Jalan Poros, Pattalasang, Gowa pada November 2018 lalu. Saat itu, polantas tersebut juga diseruduk pengguna jalan.

Kami harapkan, petistiwa itu jangan terulang kembali. Mari kita tertib di jalan raya dan patuh terhadap hukum demi untuk keselamatan kita sendiri.

Atas berbagai musibah demi musibah menimpa
Polantas, polisi jangan surut melayani masyarakat. Kita minta Polantas tingkatkan ke kewaspadaan dalam tugas. Pengabdian memang perlu, tapi keselamatan dalam bertugas juga tetap yang utama.

Semua masukan masyarakat untuk Polri yang semakin baik, khususnya Polantas, kita jadikan bahan instropeksi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, demi kinerja polisi yang promoter yakni profesional, moderen agar semakin dipercaya masyrakat. Semoga. (*)

Anggota Kompolnas 2012-2016, pakar hukum dan kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta.

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + eleven =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker