Cikarang

Warga PUP Antisipasi Banjir

ANGKUT SAMPAH: Alat berat melakukan normalisasi dengan mengeruk sampah dan lumpur di saluran penghubung PUP Sektor V, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (11/8). CR43/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Saluran penghubung yang mengalir ke Kali Busa di Perumahan Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V, Kelurahan Bahagia ikut dinormalisasi. Normalisasi yang meliputi pengangkatan sampah dan lumpur tersebut dilakukan guna meminimalisir permasalahan banjir di wilayah setempat.

Ketua Badan Musyawarah Warga (Bamuswa) Kelurahan Bahagia, Anwarudin, mengatakan, normalisasi saluran penghubung dengan pengangkatan lumpur dan sampah tersebut dilakukan untuk memperlancar sejumlah saluran-saluran air di wilayah setempat.

”Jadi tidak hanya Kali Busa dari hulu dan hilir saja yang dinormalisasi. Sebab, kalau saluran penghubung tidak dilakukan upaya seperti ini banjir dengan ketinggian satu meter setengah masih akan tetap terjadi pada musim hujan mendatang, karena saluran penghubung ini berpengaruh pada lancarnya saluran-saluran yang ada di sejumlah lingkungan,” katanya kepada Radar Bekasi belum lama ini.

Dikatakan dia, normalisasi saluran penghubung yang dilakukan setidaknya dapat meminimalisir permasalahan banjir di masing-masing lingkungan di sejumlah rukun warga (RW).

Karena, trerdapat titik yang rawan banjir di RW 52, 11, 23, 24, 30, 21, 29, dan 28 Perumahan PUP. ”Rata-rata saluran air yang disana tidak berjalan optimal karena permasalahan di saluran penghubung ini,” ucapnya.

Menurut dia, normalisasi dengan mengangkat lumpur dan sampah yang mengendap menggunakan satu alat berat tersebut merupakan hasil swadaya warga di 26 RW di Perumahan PUP Sektor V.

”Kami patungan untuk membeli solar dan upah operator, jadi sebelum dilakukan normalisasi di saluran penghubung kita meminta izin kepada Dinas PUPR untuk melakukan normalisasi selama dua hari, harusnya alat berat sudah sampai di workshop karena kami ingin tuntas persoalan banjir pada akhirnya harus melakukan normalisasi saluran penghubung,” terangnya.

Lanjut dia, setelah normalisasi selesai, Bamuswa terdiri dari 26 RW sepakat untuk memasang lima jaring sampah yang berada di Marakash dan Candrabhaga.

”Masing-masing jaring dipasang di jembatan terutama yang berada di Kawasan Marakash, karena sampah terbanyak datang dari sana, kita pantau pedagang yang disana kalau selesai berjualan sering melemparkan sampah di hulu kali busa tersebut,” tandasnya. (cr43)

Close