CikarangLingkungan

DLH Lemah Awasi Sampah Impor

RadarBekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi belum memiliki pejabat fungsional khusus tersertifikasi untuk melakukan pengawasan sampah. Hal itu menjadi alasan lemahnya pengawasan terhadap sampah impor yang tercecer oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Penegakan Hukum pada DLH Kabupaten Bekasi, Arnoko, menjelaskan, persoalan pengawasan sampah impor harus dilakukan oleh pejabat tersertifikasi. Hal itu mengacu pada Pasal 71 ayat 3 Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dia mengaku telah mengajukan adanya pejabat fungsional khusus tersebut ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi sekitar satu tahun yang lalu. Tapi masih belum ada tanggapan sampai saat ini.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan, melakukan pengawasan sampah serta menyampaikan laporan. Dirinya pun berjanji menindaklanjuti laporan apabila ditemukan sampah B3 atau pengelolaan limbah pabrik yang berpotensi merusak lingkungan.

”Oleh sebab itu, (kita mengajak, red) para aktivis untuk melakukan pelaporan, nanti kita kawal bersama,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (13/8).

Walaupun belum memiliki pejabat fungsional khusus, dia mengklaim telah melakukan pengawasan. Hasilnya yakni tidak ditemukan sampah impor mengandung B3 yang ditemukan.

”Iya memang saya akui saat ini sedang ramai terkait sampah impor, namun hasil investigasi kami tidak ada sampah impor yang terkandung sampah Bahan berbahaya dan beracun (B3),” jelasnya.

Menurut dia, sampah yang terkandung B3 itu merupakan sisa produksi. Karena, lanjut dia, sampah tersebut tentunya diperiksa petugas bea cukai. ”Kalau lolos pasti dari bea cukai sudah dikembalikan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Kardin, justru tidak mengetahui terkait peredaran sampah impor di Kabupaten Bekasi. Tapi, dia tidak setuju dengan keberadaan sampah impor.

Politikus Partai Golkar ini beranggapan kalau sampah impor akan merusak lingkungan jika tak terkelola dengan baik.

”Jujur saya kurang tahu soal sampah impor, namun alangkah baiknya tidak sampah impor apabila dampaknya merusak lingkungan,” katanya.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 2 =

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker